-
Quenay Soewarto kini resmi bergabung dengan FC Dordrecht U-19 setelah berkarir di Feyenoord.
-
Bek kiri potensial ini memiliki darah Indonesia dan Suriname meski lahir di Belanda.
-
Prestasi terbarunya adalah menjuarai Liga U-15 Belanda dan naik level ke skuad U-17.
Suara.com - Kabar terbaru datang dari pemain keturunan Indonesia talenta muda sepak bola Eropa yang memiliki keterikatan batin dengan publik Indonesia.
Nama Quenay Soewarto kembali mencuat ke permukaan setelah sempat menjadi buah bibir saat gelaran Piala Dunia U-17 2023.
Saat itu netizen Indonesia sangat berharap sang bek tangguh bisa berseragam Merah Putih di bawah arahan pelatih Bima Sakti.
Sayangnya kesempatan tersebut belum berjodoh karena tim kepelatihan saat itu hanya membawa satu pemain diaspora yakni Welber Jardim.
Kini setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya pemain muda berbakat ini menunjukkan progres karier yang sangat signifikan.
Quenay Soewarto membuktikan kualitasnya dengan meraih prestasi gemilang saat masih menimba ilmu di akademi sepak bola Feyenoord.
Ia tercatat sukses menjadi bagian penting dari tim muda Feyenoord yang menjuarai kompetisi Liga U-15 di Belanda.
Prestasi tersebut menjadi batu loncatan baginya untuk naik kasta ke level umur yang lebih menantang secara fisik dan taktik.
Meski usianya masih di bawah 17 tahun namun pada 2024 ia sudah dipercaya masuk ke dalam tim Feyenoord U-17.
Baca Juga: Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
Data statistik menunjukkan bahwa ia tampil dalam sepuluh laga di ajang U17 Div. 1 Fall musim 2024/2025.
Memasuki awal tahun 2025 sang pemain mengambil keputusan besar untuk pindah ke klub baru demi jam terbang.
Quenay Soewarto kini resmi berseragam FC Dordrecht U-19 yang menjadi fase krusial dalam transisi karier profesionalnya.
Langkah ini dianggap sangat berani mengingat ia akan bersaing dengan pemain yang memiliki usia lebih tua darinya.
Kehadirannya di tim U-19 menunjukkan bahwa pemandu bakat di Belanda melihat potensi besar pada kemampuan individu sang pemain.
Publik kini terus memantau apakah ia mampu mempertahankan konsistensi performanya di klub barunya tersebut selama musim ini.
Secara administratif Quenay memang memegang paspor Belanda namun ia memiliki latar belakang keluarga yang cukup beragam.
Nama belakangnya yang berbau Jawa memberikan indikasi kuat adanya akar keturunan dari wilayah Nusantara yang sangat kental.
Selain memiliki darah Indonesia ia juga diketahui mempunyai garis keturunan yang berasal dari negara Suriname di Amerika Selatan.
Fakta menarik ini diperkuat dengan profil pribadinya di media sosial yang memasang dua bendera negara tersebut secara berdampingan.
Di akun Instagram resminya (@qsoewarto), ia bahkan mencantumkan bendera Suriname dan Indonesia.
Sebagai pemain yang menempati posisi bek kiri Quenay memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan sepak bola era sekarang.
Ia memiliki kemampuan mobilitas yang sangat tinggi baik dalam situasi bertahan maupun ketika membantu skema serangan tim.
Quenay bukan tipe pemain yang hanya diam di area pertahanan tetapi sering melakukan overlap untuk mengirimkan umpan silang.
Dirinya juga aktif terlibat dalam proses penyusunan serangan atau build-up permainan dari sisi sayap kiri lapangan hijau.
Kualitas teknis yang mumpuni di usia muda menjadikannya aset yang sangat berharga bagi tim mana pun yang dibelanya.
Dengan kondisi memiliki tiga latar belakang negara berbeda Quenay punya pilihan fleksibel untuk karier internasional di masa depan.
Ia bisa saja memilih membela Belanda jika performanya terus stabil atau memilih jalur Indonesia dan Suriname nantinya.
Hingga saat ini memang belum ada pernyataan resmi mengenai ketertarikan dari federasi sepak bola mana pun kepadanya.
Namun bagi Indonesia kehadiran pemain dengan profil seperti Quenay bisa menjadi solusi jangka panjang di posisi bek kiri.
Konsistensi di level akademi elit Belanda akan menjadi penentu apakah ia bisa menembus skuad senior dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Pengganti Bojan Hodak Buka Suara Redam Serangan Tengah dan Set Piece Madura United
-
Selamat Tinggal Bojan Hodak
-
Timnas Indonesia Jamu 3 Negara di GBK, Marc Klok Sebut Momentum Adaptasi Taktik John Herdman
-
Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
-
Allano Lima Raja Assist Tapi Banjir Kartu, Mauricio Souza: Fokus Menang Jangan Kritik Terus!
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate