-
Quenay Soewarto kini resmi bergabung dengan FC Dordrecht U-19 setelah berkarir di Feyenoord.
-
Bek kiri potensial ini memiliki darah Indonesia dan Suriname meski lahir di Belanda.
-
Prestasi terbarunya adalah menjuarai Liga U-15 Belanda dan naik level ke skuad U-17.
Secara administratif Quenay memang memegang paspor Belanda namun ia memiliki latar belakang keluarga yang cukup beragam.
Nama belakangnya yang berbau Jawa memberikan indikasi kuat adanya akar keturunan dari wilayah Nusantara yang sangat kental.
Selain memiliki darah Indonesia ia juga diketahui mempunyai garis keturunan yang berasal dari negara Suriname di Amerika Selatan.
Fakta menarik ini diperkuat dengan profil pribadinya di media sosial yang memasang dua bendera negara tersebut secara berdampingan.
Di akun Instagram resminya (@qsoewarto), ia bahkan mencantumkan bendera Suriname dan Indonesia.
Sebagai pemain yang menempati posisi bek kiri Quenay memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan sepak bola era sekarang.
Ia memiliki kemampuan mobilitas yang sangat tinggi baik dalam situasi bertahan maupun ketika membantu skema serangan tim.
Quenay bukan tipe pemain yang hanya diam di area pertahanan tetapi sering melakukan overlap untuk mengirimkan umpan silang.
Dirinya juga aktif terlibat dalam proses penyusunan serangan atau build-up permainan dari sisi sayap kiri lapangan hijau.
Baca Juga: Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
Kualitas teknis yang mumpuni di usia muda menjadikannya aset yang sangat berharga bagi tim mana pun yang dibelanya.
Dengan kondisi memiliki tiga latar belakang negara berbeda Quenay punya pilihan fleksibel untuk karier internasional di masa depan.
Ia bisa saja memilih membela Belanda jika performanya terus stabil atau memilih jalur Indonesia dan Suriname nantinya.
Hingga saat ini memang belum ada pernyataan resmi mengenai ketertarikan dari federasi sepak bola mana pun kepadanya.
Namun bagi Indonesia kehadiran pemain dengan profil seperti Quenay bisa menjadi solusi jangka panjang di posisi bek kiri.
Konsistensi di level akademi elit Belanda akan menjadi penentu apakah ia bisa menembus skuad senior dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia