-
PSSI didenda Rp25 juta oleh AFC akibat telat lapor laga uji coba kontra Mali.
-
Pelanggaran administratif ini tercatat sebagai kesalahan ketujuh yang dilakukan oleh federasi Indonesia.
-
AFC memberikan waktu 30 hari kepada PSSI untuk melunasi seluruh denda finansial tersebut.
Suara.com - AFC baru saja merilis keputusan tegas terkait pelanggaran administratif PSSI.
Otoritas sepak bola tertinggi di Asia tersebut memberikan teguran keras atas ketidakpatuhan federasi terhadap regulasi.
Keputusan ini lahir setelah Komite Etik dan Disiplin AFC menggelar sidang formal pada Rabu (25/2).
Hasil sidang tersebut mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi menerima satu poin sanksi yang bersifat mengikat secara hukum.
Pelanggaran ini bermula dari penyelenggaraan laga uji coba antara Timnas Indonesia U-23 melawan Mali.
Dalam keterangan resminya AFC menyatakan bahwa PSSI terbukti melanggar Regulasi Pertandingan Internasional yang berlaku.
Fokus utama pelanggaran terletak pada Pasal 11 yang mengatur prosedur pertandingan internasional untuk level dua.
Aturan tersebut mewajibkan setiap federasi untuk melaporkan jadwal pertandingan lintas konfederasi tepat waktu kepada AFC.
Keterlambatan laporan ini dianggap sebagai kelalaian serius dalam manajemen operasional pertandingan resmi di level kontinental.
Baca Juga: Prediksi Formasi Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026 Meski 6 Pemain Dicoret
Laga yang mempertemukan wakil Asia dan Afrika ini seharusnya dilaporkan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
Pihak AFC menyoroti bahwa keterlambatan laporan kali ini bukanlah kejadian pertama yang dilakukan oleh PSSI.
Secara akumulatif ini merupakan bentuk pelanggaran ketujuh yang tercatat dalam buku disiplin federasi sepak bola Indonesia.
Repetisi kesalahan administrasi ini menjadi catatan merah bagi kredibilitas manajemen pertandingan internasional di bawah PSSI.
Pemerintah dan publik sepak bola nasional kini menaruh perhatian besar pada efisiensi kinerja staf internal federasi.
Hal ini menunjukkan adanya urgensi perbaikan sistem birokrasi di dalam tubuh organisasi sepak bola nasional tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Gagal Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026, Federasi Vietnam Senggol Timnas Indonesia
-
Cristiano Ronaldo Belum Pikirkan Pensiun, Fokus Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ole Romeny Jadi Predator Ganas Timnas Indonesia, Cetak 6 Gol dari 10 Pertandingan
-
Disebut Pejuang Sejati, Elkan Baggott Bikin Pelatih Mozambik Angkat Topi!
-
Update Cedera Neymar, CBF Keluarkan Hasil Pemeriksaan MRI Terbaru Jelang Kickoff Piala Dunia 2026
-
Roberto Martinez: Ronaldo Luangkan Waktu dan Tenaga 24 Jam untuk Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Tersisih dari Piala Dunia, Cole Palmer dan Joao Pedro Justru Tampil di Film Confessions II
-
Mengapa Piala Dunia 2026 Dipenuhi Pemain Berusia 40 Tahun? Ini Penjelasan Sains dan Rahasianya
-
FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026
-
Kondisi Bukayo Saka Mengkhawatirkan, Thomas Tuchel Hati-Hati Mainkan di Piala Dunia 2026