-
PSSI didenda Rp25 juta oleh AFC akibat telat lapor laga uji coba kontra Mali.
-
Pelanggaran administratif ini tercatat sebagai kesalahan ketujuh yang dilakukan oleh federasi Indonesia.
-
AFC memberikan waktu 30 hari kepada PSSI untuk melunasi seluruh denda finansial tersebut.
Sebagai konsekuensi dari kelalaian tersebut AFC menjatuhkan hukuman finansial kepada pihak federasi Indonesia dalam waktu dekat.
Besaran denda yang ditetapkan adalah senilai US$1.500 atau jika dikonversi setara dengan angka Rp25 juta.
Angka tersebut wajib segera dilunasi oleh pihak PSSI sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.
AFC memberikan durasi maksimal selama 30 hari kalender setelah surat putusan ini resmi diterbitkan publik.
Mengingat jumlah denda yang relatif kecil kemungkinan besar pihak federasi tidak akan mengajukan keberatan resmi.
Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pihak kantor pusat PSSI mengenai langkah selanjutnya.
Mengenai putusan ini, CNN Indonesia telah menghubungi Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.
Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari PSSI terkait denda administratif tersebut.
Sikap diam dari otoritas federasi menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengamat sepak bola tanah air sekarang.
Baca Juga: Prediksi Formasi Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026 Meski 6 Pemain Dicoret
Publik masih menunggu klarifikasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya keterlambatan pengajuan dokumen yang terus berulang.
Ternyata Indonesia tidak sendirian dalam menerima surat cinta dari Komite Disiplin AFC pada sesi ini.
Sejumlah negara kuat sepak bola lainnya seperti Vietnam dan Uzbekistan juga terpantau mendapatkan sanksi serupa.
Irak dan beberapa klub profesional di wilayah Asia turut masuk dalam daftar hitam pelanggaran disiplin tersebut.
Jenis pelanggaran yang dijatuhkan AFC kepada masing-masing pihak bervariasi tergantung pada tingkat kesalahan yang dilakukan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota AFC untuk lebih teliti terhadap detail regulasi.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Timnas Indonesia dalam menyusun agenda uji coba.
Ketelitian dalam mengurus dokumen lintas konfederasi antara AFC dan CAF harus menjadi prioritas utama staf terkait.
Sinkronisasi antara jadwal pertandingan dan pelaporan administratif harus berjalan beriringan tanpa adanya keterlambatan yang merugikan.
Jika terus berulang sanksi yang lebih berat dari sekadar denda finansial bisa saja menghantam sepak bola Indonesia.
Kepatuhan terhadap regulasi internasional adalah kunci utama dalam membangun profesionalisme sepak bola di level dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Prediksi John Herdman Terbukti, Mozambik Bikin Timnas Indonesia Kerja Keras di GBK
-
Harapan Pelatih Mozambik: Ingin Reuni dengan Timnas Indonesia di Portugal, Spanyol, dan Maroko
-
Hajar Mozambik, John Herdman Samai Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
-
Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub
-
Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tetap Rendah Hati Meski Sapu Bersih FIFA Matchday Juni
-
Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik
-
John Herdman Cetak Rekor Sama Seperti Shin Tae-yong Usai Gebuk Oman dan Mozambik
-
Kata-kata Ole Romeny Cetak Gol Tunggal Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik