Bola / Bola Dunia
Senin, 02 Maret 2026 | 18:57 WIB
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
Baca 10 detik
  • Serangan militer AS-Israel ke Iran sejak akhir pekan memicu ketegangan regional yang berpotensi memengaruhi partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.
  • FIFA memantau situasi dan memiliki tiga opsi pengganti jika Iran tidak dapat memenuhi jadwal pertandingan Piala Dunia 2026.
  • Opsi pengganti potensial meliputi Uni Emirat Arab, Irak, atau perubahan format Grup G menjadi tiga tim saja.

Suara.com - Serangan militer AS-Israel ke Iran sejak akhir pekan lalu sampai hari ini, Senin (2/3) masih terus berlangsung. Kondisi memanas di kawasan Timur Tengah itu berpotensi besar mempengaruhi ke dunia sepak bola, khusunya gelaran Piala Dunia 2026.

Jika situasi memaksa Iran mundur atau tidak dapat memenuhi jadwal pertandingan di Piala Dunia 2026, FIFA dikabarkan telah memiliki tiga opsi pengganti.

Wilayah Iran sejak akhir pekan lalu dibombardir oleh militer AS-Israel. Ketengangan memuncak setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara di Teheran.

Iran kemudian membalas dengan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Sikap Resmi FIFA

Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka terhindar dari potensi pertemuan dengan tuan rumah Amerika Serikat di fase grup.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan situasi.

“Kami mengadakan pertemuan hari ini dan terlalu dini untuk memberikan komentar detail. Fokus kami adalah memastikan Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi,” ujarnya.

Tim Nasional Iran resmi menetapkan Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, sebagai pusat pemusatan latihan (training camp) mereka dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026. [Wanaen.com]

Ia juga menegaskan komunikasi terus dilakukan dengan tiga pemerintah tuan rumah untuk menjamin keamanan seluruh peserta.

Baca Juga: Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya

Berdasarkan statuta FIFA, apabila suatu negara yang telah lolos memutuskan mundur atau tidak dapat tampil, maka slot tersebut dapat diberikan kepada negara pengganti biasanya runner-up langsung dari babak kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi yang sama.

Dalam konteks Asia, ada beberapa opsi yang realistis:

1. Uni Emirat Arab (UEA)

Uni Emirat Arab menjadi kandidat kuat. Mereka adalah tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos di grup kualifikasi Asia di bawah Iran, serta sempat kalah di play-off konfederasi melawan Irak.

Namun, UEA juga terdampak konflik karena sempat mencegat drone di wilayah udaranya, yang bahkan menyebabkan gangguan operasional bandara utama mereka.

2. Irak

Load More