News / Internasional
Senin, 02 Maret 2026 | 18:37 WIB
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Dubes Iran Boroujerdi mengapresiasi tawaran Indonesia agar Presiden Prabowo menjadi mediator konflik Iran-AS-Israel.
  • Saat ini, Dubes Iran menyatakan belum ada tindak lanjut komunikasi resmi dari pemerintah Indonesia mengenai mediasi tersebut.
  • Iran terbuka untuk interaksi dengan Indonesia mengenai situasi pasca serangan, namun hasilnya belum dapat dipastikan.

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi merespons niat pemerintah Indonesia soal niat Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas tawaran pemerintah Indonesia untuk menjdi juru damai. Tetapi ia menekankan saat ini belum ada tindak lanjut berupa komunikasi dari pemerintah Indonesia.

"Kami apresiasi niat baik yang disampaikan oleh pemerintah Republik Indonesia, tetapi sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut," kata Boroujerd di kediaman Duta Besar Republik Islam Iran di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Boroujerdi menyampaikan pihaknya juga belum mengetahui langkah seperti apa dan berpengaruh atau tidak perihal niatan pemerintah Indonesia tersebut.

"Kami masih belum mengetahui, apakah langkah seperti ini dapat berdampak atay berpengaruh atau tidak," kata Boroujerdi.

Boroujerdi menegaskan pemerintah Iran terbuka bila pemerintah Indonesia ingin berkomunikasi dan berinteraksi mengenai situasi terkini yang terjadi di Iran pasca serangan AS-Israel di Teheran.

Tetapi, Boroujerdi menegaskan tidak bisa memberikan jawaban dan tidak dapat memastikan, apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak.

Lebih jauh, ia menyampaikan tidak bisa berkomentar lebih banyak perihal niat Indonesia menjadi juru damai.

“Apakah di situasi seperti ini mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya. Tetapi komunikasi dan interaksi antar pejabat senior pemerintahan kedua negara tentu memungkinkan dan dapat dilakukan,” kata Boroujerdi.

Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Berstatus Siaga Tinggi

Load More