Bola / Bola Indonesia
Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB
Timnas Myanmar U-17 mengalahkan Thailand U-17 dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Rabu (16/4/2026). (Dok. MFF)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-19 akan menantang Myanmar pada laga perdana Grup A Piala AFF U-19 2026.

  • Indonesia dibayangi rekor buruk setelah menelan lima kekalahan dari delapan pertemuan melawan Myanmar.

  • Pertandingan akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Rabu (1/6/2026) malam WIB.

Suara.com - Timnas Indonesia U-19 langsung berhadapan dengan tembok besar pada laga pembuka Grup A Piala AFF U-19 2026. Skuad Garuda Muda dibayangi oleh catatan pertemuan yang sangat tidak berpihak saat bersua Myanmar U-19.

Pertandingan krusial ini bakal digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, pada Rabu (1/6/2026) pukul 20.00 WIB. Anak asuh Nova Arianto dituntut langsung tancap gas demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Kemenangan pada partai perdana ini menjadi harga mati bagi Indonesia. Tiga poin awal akan mempermudah langkah strategis Garuda Muda untuk menguasai persaingan ketat di Grup A.

Timnas Indonesia U-19 dianggap lawan terkuat oleh pelatih Vietnam jelang Piala AFF U-19 2026. (Instagram/@novarianto30)

Kendati kerap kesulitan, Indonesia memiliki modal berharga dalam beberapa tahun terakhir. Skuad Garuda Muda tercatat belum terkalahkan oleh Myanmar dalam tiga bentrokan pamungkas mereka.

Namun, meremehkan tim berjuluk Chinthe ini bisa menjadi petaka besar bagi tuan rumah. Sang lawan memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang mengejutkan di Asia Tenggara.

Myanmar tercatat pernah mengangkat trofi juara Piala AFF U-19 pada edisi 2005 silam. Mereka juga sempat membuat kejutan besar dengan menembus babak final pada turnamen edisi 2018.

Jauh sebelum itu, Myanmar yang dahulu bernama Burma merupakan raksasa sepak bola Asia. Mereka sukses mengoleksi tujuh gelar juara Piala Asia U-19 pada medio 1961 hingga 1970.

Walakin, performa sang lawan menunjukkan grafik penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Mereka seringkali rontok di babak kualifikasi dan gagal bersinar di panggung regional.

Pada edisi Piala AFF U-19 2024 lalu, langkah Myanmar bahkan harus terhenti prematur di fase grup. Juru taktik mereka saat itu gagal membawa tim bersaing dengan Australia dan Vietnam.

Baca Juga: Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia, Ini Alasan Mees Hilgers Datang ke Jakarta Jelang FIFA Matchday

Saat itu, Chinthe hanya mampu memetik dua hasil imbang dan menelan satu kekalahan tipis. Hasil minor tersebut membuat mereka terlempar ke posisi ketiga klasemen akhir grup.

Secara keseluruhan, statistik mencatat Indonesia dan Myanmar telah bentrok sebanyak delapan kali di ajang ini. Sayangnya, dominasi masih dipegang kuat oleh tim tamu yang sukses mengemas lima kemenangan.

Garuda Muda tercatat baru bisa memenangkan dua pertandingan, sementara satu laga sisa berakhir seri. Produktivitas gol Indonesia juga kalah mengkhawatirkan dengan rasio kebobolan 13 berbanding 16 gol.

Laga pembuka ini akan menjadi ujian kematangan taktik bagi pelatih Nova Arianto. Tekanan publik Medan wajib diubah menjadi motivasi berlipat untuk memutus rantai dominasi sejarah sang rival.

Load More