Bola / Bola Indonesia
Selasa, 03 Maret 2026 | 10:20 WIB
Bojan Hodak (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Persib Bandung dan Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 di Stadion GBT Surabaya.

  • Bojan Hodak enggan berkomentar soal taktik karena kecewa terhadap kepemimpinan wasit pertandingan.

  • Persib tetap memuncaki klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 54 poin.

Suara.com - Pertandingan panas antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir tanpa pemenang.

Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 tersebut menyisakan drama yang cukup emosional di ruang konferensi pers.

Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, menunjukkan sikap yang tidak biasa di hadapan para awak media.

Sosok asal Kroasia tersebut memilih untuk membatasi komentarnya terkait jalannya pertandingan yang berlangsung pada Senin malam itu.

Situasi di lapangan nampaknya membuat sang juru taktik merasa perlu menahan diri agar tidak melanggar aturan liga.

Bojan Hodak secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang tinggi kepada seluruh pihak terkait.

Namun, ia merasa terhalangi oleh aturan yang membuatnya tidak bebas mengekspresikan pendapat mengenai pengadil di lapangan hijau.

"Ya, saya respek pada semuanya, saya respek pada media, termasuk semua yang ada di sini. Tetapi, saya juga tidak bisa bicara mengenai wasit, sehingga saya tidak bisa komentar mengenai jalannya pertandingan," kata Hodak saat konferensi pers usai pertandingan.

Kutipan tersebut menegaskan bahwa ada rasa kecewa yang mendalam namun tidak bisa disampaikan secara lugas oleh sang pelatih.

Baca Juga: FIBA Tunda WASL 2025/2026 Imbas Situasi Konflik di Iran

Hodak merasa bahwa jika ia tidak bisa membahas performa wasit, maka ia juga kesulitan untuk membedah strategi timnya.

Keputusan untuk tidak memberikan komentar taktis merupakan bentuk protes diam yang ditunjukkan oleh pelatih berpengalaman tersebut.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan untuk mengkritik wasit membuat analisis pertandingan menjadi tidak lengkap dan tidak relevan.

Bojan Hodak bahkan tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pergantian pemain atau skema yang ia terapkan.

Ketegangan sempat terasa di ruang pers ketika durasi wawancara menjadi jauh lebih singkat daripada biasanya bagi tim tamu.

Hodak memilih untuk segera mengakhiri sesi tanya jawab karena merasa tidak ada hal produktif yang bisa dibahas.

Menariknya, sebelum benar-benar meninggalkan lokasi, Bojan Hodak menunjukkan sisi profesionalisme dan sisi kemanusiaannya kepada wartawan.

Ia sempat masuk kembali ke dalam ruangan hanya untuk memberikan gestur permintaan maaf kepada para jurnalis.

Sikap ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada media yang sudah menunggu lama untuk mendapatkan keterangan darinya.

Meskipun hatinya sedang gusar, ia tetap menghargai tugas-tugas jurnalistik yang sedang dijalankan oleh rekan-rekan media di Surabaya.

"Itu saja. Cukup. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Kami tidak membicarakan tentang wasit," ucapnya.

Secara teknis pertandingan, kedua tim papan atas ini saling berbalas serangan sepanjang sembilan puluh menit waktu normal.

Persebaya Surabaya sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui aksi gemilang pemain asing mereka di babak pertama.

Bruno Moreira berhasil menggetarkan jala gawang Persib Bandung saat waktu memasuki menit ke-44 sebelum jeda.

Namun, Persib Bandung mampu bangkit di babak kedua melalui lesatan tajam dari kaki Luciano Guaychocea di menit ke-51.

Keadaan sempat berbalik unggul untuk Maung Bandung saat Andrew Jung mencetak gol kedua pada menit ke-73.

Kemenangan Persib yang sudah di depan mata sirna ketika Francisco Rivera mencetak gol penyeimbang bagi Persebaya.

Gol yang tercipta pada menit ke-83 tersebut memastikan skor akhir menjadi sama kuat 2-2 untuk kedua kesebelasan.

Hasil imbang ini memberikan tambahan satu poin yang cukup berharga bagi kedua tim dalam persaingan liga.

Persebaya Surabaya kini harus puas tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 39 poin.

Di sisi lain, Persib Bandung masih menunjukkan dominasinya dengan tetap bertengger di posisi puncak klasemen.

Hingga pekan ke-24 ini, Maung Bandung masih kokoh memimpin perolehan poin dengan total raihan 54 poin.

Jarak poin yang cukup signifikan membuat posisi Persib relatif aman meski gagal meraih poin penuh di kandang lawan.

Stadion Gelora Bung Tomo kembali terbukti menjadi tempat yang angker bagi setiap tim tamu yang berkunjung.

Bagi manajemen Persib, hasil imbang ini akan menjadi bahan evaluasi internal di luar masalah kepemimpinan wasit.

Persaingan menuju gelar juara BRI Super League 2025/2026 diprediksi akan semakin memanas di pekan-pekan mendatang.

Kini baik Persib maupun Persebaya harus segera mengalihkan fokus mereka untuk menatap pertandingan di pekan selanjutnya.

Bojan Hodak diharapkan sudah bisa meredam emosinya dan kembali fokus menyiapkan skuat terbaik demi menjaga posisi puncak.

Sementara itu, Persebaya perlu melakukan pembenahan di lini pertahanan agar tidak mudah kebobolan di menit-menit krusial.

Dukungan suporter di Surabaya menjadi energi tambahan bagi skuat Bajul Ijo untuk terus menembus empat besar.

Drama di luar lapangan diharapkan tidak mengaburkan kualitas permainan indah yang ditunjukkan kedua tim selama pertandingan.

Load More