-
Indonesia diprediksi masuk pot 4 drawing Piala Asia 2027 berdasarkan peringkat FIFA April 2026.
-
Lawan terberat yang mungkin dihadapi Garuda adalah Jepang, Yordania, dan Bahrain di fase grup.
-
Drawing pembagian grup resmi akan dilaksanakan di Riyadh, Arab Saudi pada 11 April 2026.
Suara.com - Gelaran bergengsi Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi kini mulai menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola tanah air.
Turnamen kasta tertinggi di benua kuning tersebut dijadwalkan bergulir pada tanggal 7 Januari sampai dengan 5 Februari 2027 mendatang.
Namun sebelum kompetisi dimulai, agenda krusial berupa pengundian grup atau drawing akan dilaksanakan terlebih dahulu oleh pihak AFC.
Diriyah Salwa Palace di Riyadh bakal menjadi saksi bisu penentuan nasib kontestan pada hari Sabtu tanggal 11 April 2026.
Mekanisme drawing akan membagi total 24 negara peserta ke dalam empat kategori pot yang masing-masing berisi enam tim.
Acuan utama dalam pembagian posisi pot ini sepenuhnya bersandar pada rilis peringkat FIFA terbaru per tanggal 1 April 2026.
Melihat kalkulasi poin saat ini, skuad Merah Putih diprediksi hanya akan mampu menembus peringkat 118 dunia pasca FIFA Series 2026.
Kondisi tersebut membuat posisi Timnas Indonesia hampir dipastikan terkunci secara permanen di dalam jajaran penghuni pot 4.
Status sebagai penghuni pot paling bawah memberikan konsekuensi logis yakni harus siap berhadapan dengan lawan-lawan tangguh Asia.
Baca Juga: Kevin Diks Tembus Team of the Week Bundesliga Sejajar Harry Kane
Pasukan Garuda memiliki risiko besar untuk terjebak dalam grup neraka bersama para raksasa yang menduduki pot 1, 2, dan 3.
Jepang yang saat ini bertengger di peringkat 19 dunia menjadi momok paling menakutkan bagi tim mana pun di Asia.
Tim Samurai Biru berada di pot 1 bersama negara kuat lainnya seperti Iran, Korea Selatan, Australia, Uzbekistan, dan Arab Saudi.
Reputasi Jepang sebagai kandidat terkuat peraih trofi juara Piala Asia 2027 memang tidak perlu diragukan lagi oleh siapapun.
Rekam jejak pertemuan terakhir menunjukkan bahwa Indonesia masih kesulitan mengimbangi kualitas permainan teknis dari tim asal Negeri Sakura tersebut.
Beralih ke pot 2, terdapat nama Yordania yang kini muncul sebagai kekuatan baru sepak bola Asia dengan peringkat 64 dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Kenapa Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey meski Menang 3-0 atas Atletico Madrid?
-
Statistik Gila Penggawa Timnas Indonesia di Italia, Jay Idzes dan Emil Audero Susah Digeser
-
John Herdman Terancam Tanpa Striker Rp1,3 Miliar di FIFA Series 2026
-
Kevin Diks Tembus Team of the Week Bundesliga Sejajar Harry Kane
-
Awas Babak Belur! Ini Tim Raksasa yang Bisa Hajar Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Kevin Diks Jadi Pemain Asia Paling Produktif Cetak Gol di Bundesliga Jerman
-
Menanti Aksi Ahmad Mujadid dan Nazriel Alvaro, Senjata Baru Nova Arianto di Piala AFF U-20
-
Ole Romeny Dapat Partner Klik di Timnas Indonesia Nih, Tapi Belum Dinaturalisasi
-
Daftar Kiper Terbaik dengan Rekor Clean Sheet Terbanyak di Super League 2025-2026
-
Beda Nasib! Emil Audero Dipuji Setinggi Langit, Maarten Paes Si Pembuat Masalah