-
Iran berpotensi mundur dari Piala Dunia 2026 karena konflik militer dengan Amerika Serikat.
-
Timnas Indonesia berada di urutan keempat sebagai calon pengganti setelah Irak, UEA, dan Oman.
-
Keputusan akhir bergantung pada kebijakan pejabat olahraga Iran dan regulasi darurat dari FIFA.
Meski harapan publik tanah air membumbung tinggi, FIFA memiliki prosedur tetap dalam menentukan tim pengganti.
Timnas Indonesia ternyata bukan menjadi pilihan utama dalam daftar tunggu jika Iran benar-benar absen.
Terdapat skema birokrasi dan hitungan poin teknis yang sudah ditetapkan oleh federasi sepak bola dunia.
Setidaknya ada tiga negara lain yang secara regulasi memiliki posisi lebih kuat di atas Indonesia.
Langkah Skuad Garuda untuk menuju panggung dunia lewat jalur ini memerlukan proses yang cukup panjang.
Irak diprediksi akan menjadi negara pertama yang ditunjuk FIFA untuk mengisi kekosongan slot tersebut.
Hal ini didasari pada status Iran yang sebelumnya berhasil menembus babak playoff antar-konfederasi secara dramatis.
Pemenang dari laga antara Bolivia melawan Suriname semula dijadwalkan menjadi lawan Iran pada Maret 2026.
Jika Irak naik kelas menggantikan posisi Iran, maka akan terjadi pergeseran posisi pada tim di bawahnya.
Baca Juga: Trump Tidak Ambil Pusing Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026: Energinya Sudah Habis
Uni Emirat Arab atau UEA menempati urutan kedua sebagai tim yang berhak mengambil jatah playoff.
Status UEA yang melaju hingga babak kelima Kualifikasi Zona Asia memberikan mereka keunggulan regulasi yang jelas.
Oman menyusul sebagai opsi ketiga apabila Irak dan UEA memberikan penolakan untuk tampil mendadak.
Keunggulan Oman terletak pada catatan performa mereka selama babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 kemarin.
Timnas Indonesia sendiri menempati urutan keempat dalam daftar prioritas yang bisa dipilih oleh pihak FIFA.
Pencapaian poin Indonesia di fase kualifikasi sebelumnya memang masih berada di bawah catatan poin milik Oman.
Walaupun berada di pilihan terakhir, segala kemungkinan dalam dunia sepak bola internasional tetap bisa terjadi.
Indonesia hanya mengoleksi satu angka di fase sebelumnya yang membuat posisi tawar secara data melemah.
Namun, jika ketiga negara di atas berhalangan, maka FIFA secara otomatis akan menunjuk Indonesia.
Dukungan suporter dan stabilitas kondisi nasional bisa menjadi faktor non-teknis yang dipertimbangkan oleh federasi pusat.
Kini semua pihak tinggal menunggu kepastian status keamanan di Iran sebelum FIFA mengambil langkah resmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan