Bola / Bola Indonesia
Kamis, 05 Maret 2026 | 16:29 WIB
Van Gastel (IG PSIM Yogyakarta)
Baca 10 detik
  • PSIM Yogyakarta menahan imbang Semen Padang dengan skor 0-0 meski bermain sepuluh orang.

  • Pelatih Jean-Paul van Gastel memuji semangat juang tinggi pemainnya sepanjang pertandingan berlangsung.

  • Satu poin tambahan membuat PSIM mengoleksi 38 poin dan berada di posisi delapan.

Suara.com - Pertarungan sengit tersaji di Stadion H. Agus Salim saat PSIM Yogyakarta bertamu ke markas Semen Padang.

Laskar Mataram berhasil menunjukkan pertahanan yang sangat solid sepanjang waktu normal pertandingan pekan ke-24 tersebut.

Hasil kacamata alias 0-0 menjadi skor akhir yang menghiasi papan skor pada laga Rabu malam itu.

Bagi tim tamu, satu angka ini memiliki nilai yang sangat mahal melihat jalannya laga yang berat.

Sang juru taktik, Jean-Paul van Gastel, memberikan apresiasi setinggi langit kepada anak asuhnya selepas pertandingan berakhir.

Pelatih asal Belanda tersebut merasa bangga dengan daya tahan mental yang diperlihatkan oleh seluruh penggawa tim.

Ujian berat bagi PSIM Yogyakarta sebenarnya sudah dimulai sejak babak pertama masih berlangsung di lapangan hijau.

Tepat pada menit ke-38, tim tamu harus menerima kenyataan pahit dengan berkurangnya jumlah pemain mereka.

Fahreza Sudin terpaksa mandi lebih cepat setelah wasit memberikan kartu merah akibat pelanggaran terhadap Samuel Christianson Simanjuntak.

Baca Juga: Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta

“Dan saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang kita tunjukkan. Jadi kita tidak hanya bisa bermain cukup baik, tetapi kita juga punya semangat juang,” kata Van Gastel.

Bermain dengan sepuluh orang di kandang lawan yang sangat angker tentu bukan perkara yang mudah dilakukan.

Namun, koordinasi pertahanan yang disiplin membuat gempuran dari tim tuan rumah selalu menemui jalan buntu.

Van Gastel menganggap keberhasilan mempertahankan skor imbang ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Baginya, kerja keras pemain dalam situasi sulit ini memberikan kepuasan tersendiri bagi jajaran tim pelatih.

“Kita sudah menunjukkannya di pertandingan melawan Bali dan Biak dan semua pertandingan di mana kita tertinggal satu, dua, atau bahkan tiga gol. Jadi, saya rasa bagi kami ini terasa sedikit seperti, sebuah kemenangan,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

Eks pelatih Feyenoord tersebut mengakui bahwa rencana awal tim sempat berjalan dengan cukup baik di awal.

Kedua tim terlihat saling jual beli serangan sebelum insiden pengusiran pemain tengah tersebut mengubah segalanya.

Kehilangan satu pilar memaksa PSIM Yogyakarta untuk segera melakukan adaptasi strategi demi mengamankan area pertahanan mereka.

“Saya rasa sampai terjadinya kartu merah, permainannya seimbang. Jika Anda mendapat kartu merah maka, jalannya pertandingan berubah,” kata Van Gastel.

Fokus utama tim kemudian beralih menjadi lebih defensif untuk menutup setiap celah yang mungkin dieksploitasi lawan.

Disiplin posisi menjadi kunci utama mengapa gawang Laskar Mataram tetap perawan hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit.

Van Gastel menginstruksikan pemainnya untuk bermain lebih rapat dan tidak memberikan ruang tembak bagi penyerang lawan.

“Kami mencoba untuk menutup ruang karena kita kalah jumlah satu pemain. Jadi Anda mencoba untuk membuat blok pertahanan rendah,” tambah dia.

Strategi ini terbukti sangat efektif dalam meredam agresivitas serangan yang dibangun oleh skuat Kabau Sirah.

Seluruh pemain tampil habis-habisan demi menjaga kehormatan tim dan membawa pulang poin ke Yogyakarta.

Kebahagiaan atas hasil ini juga terpancar dari wajah pemain sayap andalan mereka, Riyatno Abiyoso, usai laga.

Abiyoso menilai bahwa kekompakan rekan-rekannya di lapangan adalah faktor utama keberhasilan mereka mencuri poin di Padang.

“Apresiasi juga untuk semua rekan atas perjuangan maksimal mempertahankan poin malam ini. Kita patut bersyukur bisa mendapat poin di kandang lawan,” ucap dia.

Kini, PSIM Yogyakarta tercatat sudah mengumpulkan total 38 poin dan masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen.

Sementara itu, Semen Padang akhirnya berhasil melepaskan diri dari status juru kunci meski hanya meraih hasil imbang.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa semangat juang tinggi bisa mengatasi kekurangan jumlah pemain di lapangan.

Kini Laskar Mataram bersiap untuk menatap laga selanjutnya dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat tinggi.

Konsistensi permainan akan menjadi kunci bagi PSIM Yogyakarta untuk terus merangkak naik ke papan atas liga.

Hasil di Padang ini akan selalu diingat sebagai salah satu momen paling heroik sepanjang musim 2025/2026.

Load More