Bola / Bola Indonesia
Minggu, 01 Maret 2026 | 10:16 WIB
Jean-Paul Van Gastel, juru taktik PSIM Yogyakarta. (Instagram/jpvangastel_official)
Baca 10 detik
  • PSIM Yogyakarta mengalahkan PSBS Biak 4-2 di Sleman, mengakhiri lima laga tanpa kemenangan dalam Super League 2025/2026.
  • Pelatih Jean-Paul van Gastel menekankan perlunya peningkatan efisiensi untuk memenangkan laga lebih mudah.
  • Kemenangan ini membawa PSIM naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan total 36 poin.

Suara.com - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, masih menyimpan sejumlah catatan evaluasi meski timnya baru saja kembali meraih kemenangan setelah lima pertandingan sebelumnya tanpa hasil maksimal.

Laskar Mataram memetik tiga poin pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 usai menaklukkan PSBS Biak dengan skor 4-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat.

“Kami harus melakukan lebih baik untuk membuat pertandingan agar bisa dimenangkan dengan lebih mudah. Ini memakan terlalu banyak energi tidak perlu untuk memenangkan laga,” kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Sabtu.

PSIM membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui sundulan Franco Ramos Mingo yang memanfaatkan umpan Ezequiel Vidal. Namun, tuan rumah menyamakan skor lewat Eduardo Barbosa pada menit ke-36.

Van Gastel menilai penguasaan bola timnya kurang optimal di babak pertama. Ia pun meminta perbaikan selepas turun minum. Hasilnya terlihat pada babak kedua ketika PSIM tampil lebih solid dan mencetak dua gol dalam rentang lima menit, masing-masing lewat gol kedua Ramos Mingo pada menit ke-64 dan Ze Valente pada menit ke-69.

Memasuki 10 menit akhir pertandingan, PSIM sempat kehilangan fokus. Ruyery Blanco memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 pada menit ke-82 setelah membobol gawang Cahya Supriadi.

Saat laga kembali berlangsung ketat, PSIM akhirnya memastikan kemenangan melalui gol kedua Ze Valente pada menit ke-89.

“Di babak kedua kami berbicara tentang apa telah kami lakukan selama 22 pertandingan. Saya pikir di babak kedua dalam penguasaan bola kami sudah bermain cukup baik,” ucap Van Gastel.

Tambahan tiga poin membuat PSIM kembali menempati peringkat keenam dengan 36 poin. Mereka terpaut dua poin dari Persebaya Surabaya di posisi kelima serta unggul satu poin atas Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang berada di bawahnya.

Baca Juga: Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta

Pada pertandingan berikutnya, PSIM akan bertandang ke markas Semen Padang pada Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB. Setelah itu, mereka dijadwalkan menjamu Persija Jepara sepekan kemudian untuk menutup rangkaian laga bulan Ramadhan.

“Mengenai waktu persiapan yang singkat untuk pertandingan berikutnya, Anda benar. Jika melihat program liga ini, jadwalnya tidak konsisten. Kadang ada jarak sembilan hari, sepuluh hari, atau tujuh hari. Lalu tiba-tiba jadwal menjadi sangat padat,” ungkap Van Gastel.

Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai jadwal yang tidak konsisten menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemain yang menjalankan ibadah puasa.

“Saya memang tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetapi bayangkan jika Anda berpuasa, sementara Anda harus tetap bertanding dan berlatih dengan intensitas tinggi. Bagi seorang atlet, sangat sulit untuk bisa tampil maksimal dalam kondisi seperti itu,” pungkas Van Gastel.

(Antara)

Load More