Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:16 WIB
Justin Hubner (IG Fortuna Sittard)
Baca 10 detik
  • Justin Hubner tampil sangat impresif bersama Fortuna Sittard dan mencetak gol di Eredivisie.

  • Legenda Belanda Ferdi Vierklau menyarankan PSV Eindhoven untuk merekrut bek Timnas Indonesia tersebut.

  • Hubner dinilai sebagai bek modern yang sangat disiplin dalam bertahan dan cerdas membaca permainan.

Vierklau bahkan melangkah lebih jauh dengan menyarankan agar klub besar seperti PSV Eindhoven melirik bakatnya.

Ia meyakini bahwa gaya main agresif namun terukur milik Hubner akan sangat cocok dengan skema PSV.

Kehadirannya diprediksi akan menciptakan kolaborasi yang sangat mematikan jika dipasangkan dengan pemain kunci di sana.

Justin Hubner dari Fortuna Sittard akan menjadi pasangan yang hebat dengan (Jerdy) Schouten,” kata Vierklau.

Perpaduan antara kemampuan distribusi bola Schouten dan ketangguhan fisik Hubner dianggap sebagai formula yang sangat ideal.

Selain aspek bertahan, Hubner juga dikenal sangat berbahaya ketika timnya mendapatkan kesempatan tendangan penjuru.

Hal ini terbukti saat ia kerap merepotkan barisan pertahanan lawan ketika menyambut operan dari Mohamed Ihattaren.

Kombinasi tinggi badan dan timing yang tepat membuatnya selalu unggul dalam duel-duel udara di kotak penalti.

“Dia menjadi ancaman saat tendangan sudut Mo Ihattaren, tetapi dia pantas mendapatkan tempatnya terutama karena kerja defensifnya,” ujar Vierklau.

Baca Juga: John Herdman Naturalisasi 2 Pemain Keturunan dari Eropa, Siapa?

Meski produktif membantu serangan, fokus utamanya dalam mematikan pergerakan lawan tetap menjadi prioritas yang tak tergoyahkan.

Dalam laga terakhirnya, Hubner tercatat sebagai salah satu pemain yang melakukan intersep terbanyak di lapangan hijau.

Ia menunjukkan kegigihan yang luar biasa setiap kali berhadapan satu lawan satu dengan pemain depan lawan.

Setiap celah yang coba dimanfaatkan oleh musuh selalu bisa ditutup dengan pergerakan tanpa bola yang sangat efektif.

Kejeliannya dalam menentukan waktu intersep membuat alur bola lawan seringkali terhenti di tengah jalan secara prematur.

“Dia secara konsisten mengikuti pemain lawannya melawan NEC dan juga beberapa kali merepotkan lawan,” tutup Vierklau.

Load More