-
Timnas Indonesia mengincar kemenangan pertama atas Oman setelah melewati puasa kemenangan selama 38 tahun terakhir.
-
Pelatih John Herdman meminta dukungan penuh suporter di GBK, sementara pelatih Oman Tariq Sektioui bertekad memperpanjang rekor dominasi.
-
Kedua tim memanfaatkan laga FIFA Matchday ini sebagai momentum bangkit setelah sama-sama gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia mengusung misi besar mematahkan rekor buruk 38 tahun tanpa kemenangan saat menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno malam ini. Duel FIFA Matchday Juni 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi skuad Garuda untuk meruntuhkan dominasi tim tamu.
Semenjak kemenangan telak pada turnamen King's Cup akhir dekade 1980-an, tim Garuda selalu kesulitan keluar dari tekanan tim berjuluk Al-Ahmar tersebut. Dominasi Oman di atas kertas kini menjadi motivasi tambahan bagi anak asuh John Herdman untuk mengukir sejarah baru di hadapan publik sendiri.
Pelatih anyar Indonesia sadar betul bahwa laga ini bukan sekadar uji coba biasa di kalender FIFA. Kehadiran ribuan suporter setia di tribun GBK diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain sepanjang 90 menit pertandingan.
"Seperti biasa, kami berharap para suporter bisa memenuhi GBK besok malam dan memberikan dukungan penuh kepada tim ini. Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun terakhir, dan itulah tantangan kami," kata Herdman.
Di kubu seberang, tantangan besar ini direspons dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi oleh sang nahkoda tim tamu. Pelatih asal Maroko tersebut bertekad menjaga kesucian rekor pertemuan demi memantapkan posisi barunya di kursi kepelatihan.
Tariq Sektioui yang baru saja memimpin armada Oman sejak Maret lalu tidak ingin catatan manis negaranya ternoda di Jakarta. Keunggulan taktis dan keunggulan fisik pemain Timur Tengah akan kembali menjadi senjata utama untuk meredam agresivitas tuan rumah.
"Tentu saja, sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan Oman, dan dari sisi kami, kami akan mencoba untuk memperpanjang periode tersebut," kata Sektioui.
Pertemuan taktis antara Herdman dan Sektioui diprediksi bakal membuat jalannya pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan sebagai pelipur lara atas kegagalan mereka di panggung internasional sebelumnya.
Laga ini juga menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan transisi permainan Timnas Indonesia pasca perombakan di sektor kepelatihan. Publik sepak bola nasional kini menantikan kejutan strategi yang disiapkan untuk membongkar pertahanan disiplin milik Oman.
Baca Juga: Kevin Diks Puji Mathew Baker: Potensinya Besar dan Masih Sangat Muda
Secara historis, grafik performa tim Garuda atas Oman terus mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah sempat berjaya di awal pertemuan. Dua kemenangan awal Indonesia diraih pada ajang King's Cup tahun 1987 dengan skor 2-0 dan tahun 1988 lewat performa gemilang 3-0.
Namun, peta kekuatan berubah total dalam empat duel berikutnya di mana Indonesia mencatat tiga kekalahan dan satu hasil imbang. Pertemuan terakhir pada tahun 2021 di bawah asuhan Shin Tae-yong bahkan berakhir dengan kekalahan pahit 1-3 bagi Merah Putih.
Kegagalan masa lalu tersebut kini dijadikan bahan evaluasi mendalam oleh jajaran staf pelatih demi meredam skema serangan balik cepat Oman. Disiplin posisi di lini belakang dan efektivitas penyelesaian akhir di lini depan menjadi kunci utama jika ingin mengamankan poin penuh.
Pertandingan yang digelar pada Jumat (5/6) pukul 20.00 WIB ini menjadi momentum pelipur lara bagi kedua negara yang terluka. Baik Indonesia maupun Oman sama-sama baru saja menelan pil pahit setelah langkah mereka menuju Piala Dunia 2026 terhenti.
Skuad Garuda tereliminasi di putaran keempat kualifikasi zona Asia setelah tidak mampu mengatasi perlawanan ketat Arab Saudi dan Irak. Sementara itu, Oman juga mengalami nasib serupa akibat ditahan imbang oleh Qatar dan dipaksa tunduk oleh Uni Emirat Arab.
Ajang FIFA Matchday ini menjadi langkah awal bagi kedua federasi untuk membangun kembali kekuatan tim demi menyongsong turnamen internasional mendatang. Kemenangan di stadion bersejarah GBK malam nanti akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menaikkan moral tim sekaligus memperbaiki posisi di peringkat FIFA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
IHSG Menguat, Asing Jualan Rp29,7 Miliar Pekan Ini
-
Viral Diduga Istri Gubernur Kalteng Pamer Saldo Rp460 Juta, Isi Rekening Suami Tembus Rp164 M
-
Kejari Karawang Sita Rp42,54 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi KPR
-
Ulasan Film Munafik: Melawan Iblis, Remake Horor Religi Paling Mencekam!
-
Duar! Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dapur SPPG Tasikmalaya, Tiga Relawan Terluka
-
KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
-
Waspada di Ruang Publik! Pria Bawa Celurit Ditangkap Saat Beraksi di Kawasan Sudirman
-
Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pengeroyokan Dua Anggota Polsek Ngawen Blora
-
Kenapa Cushion Flashback saat Difoto Pakai Flash? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?