Bola / Bola Dunia
Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB
Lima pemain timnas putri Iran yang sedang berkompetisi di Piala Asia Putri 2026 dilaporkan meninggalkan kamp pelatihan tim dan mencari suaka di Australia. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Lima pemain timnas putri Iran mencari suaka di Australia setelah kompetisi Piala Asia Putri 2026.
  • Kelima atlet tersebut khawatir menghadapi konsekuensi serius jika mereka memutuskan untuk kembali ke Iran.
  • Para pemain sempat dikritik keras karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan melawan Korea Selatan.

Suara.com - Lima pemain timnas putri Iran yang sedang berkompetisi di Piala Asia Putri 2026 dilaporkan meninggalkan kamp pelatihan tim dan mencari suaka di Australia.

Dilansir dari Sky News, infomrasi ini pertama kali disampaikan @PahlaviComms. Kelima pemain itu saat ini sudah berada di rumah aman.

Kelima pemain timnas putri Iran itu disebut khawatir menghadapi konsekuensi serius jika kembali ke Iran.

Lima pemain yang dilaporkan meminta suaka adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

Menurut pernyataan resmi dari kantor Pahlavi, para pemain tersebut telah meninggalkan kamp timnas dan kini berada dalam perlindungan di Australia.

“Mereka saat ini berada di lokasi yang aman,” kata pernyataan dari kantor Pahlavi.

Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa kelima atlet tersebut menyatakan diri bergabung dengan gerakan revolusi Lion and Sun di Iran.

Sebelum meninggalkan tim, para pemain sempat menjadi sorotan media Iran. Mereka dikritik karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan melawan Korea Selatan di turnamen sepak bola Asia.

Seorang komentator di media pemerintah Iran bahkan menyampaikan kritik keras.

Baca Juga: China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

“Ini adalah puncak dari ketidak-hormatan,” ujar presenter televisi negara Iran, Mohammad Reza Shahbazi.

Ia juga menambahkan komentar yang memicu kontroversi.

“Pengkhianat di masa perang harus diperlakukan lebih keras,” katanya seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Beberapa pihak menilai aksi diam para pemain saat lagu kebangsaan diputar sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Iran.

Namun ada juga yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk ungkapan duka atas konflik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Tim nasional Iran sendiri tidak pernah memberikan penjelasan resmi mengenai sikap mereka saat itu.

Load More