- Pemerintah China menegaskan komitmen menjaga keamanan energi nasional saat konflik Timur Tengah meningkat, disampaikan di Beijing.
- Juru bicara Kemenlu China menyoroti tanggung jawab global menjaga stabilitas distribusi energi vital bagi perekonomian dunia.
- Ketegangan AS, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat penurunan aktivitas di Selat Hormuz.
Suara.com - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (9/3/2026).
Ia menekankan bahwa stabilitas pasokan energi memiliki peran penting bagi perekonomian global sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.
“Keamanan energi memiliki arti yang sangat penting bagi perekonomian dunia,” kata Guo, dilansir dari New Straits Times.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap stabil dan tidak terhambat. China akan melakukan langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan energinya,” lanjutnya.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang memanas di kawasan Teluk setelah jalur pelayaran penting, Selat Hormuz, dilaporkan mengalami penurunan drastis aktivitas kapal.
Selat yang terletak di Teluk Persia itu merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Sekitar 20 juta barel minyak mentah diangkut setiap hari melalui jalur tersebut menuju berbagai negara.
China sendiri termasuk negara yang sangat bergantung pada impor energi dari negara-negara kawasan Teluk, sehingga stabilitas jalur pelayaran tersebut menjadi perhatian penting bagi Beijing.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?
Konflik Memanas antara AS, Israel, dan Iran
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.250 orang tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta 165 siswi sekolah.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap gangguan pasokan energi dunia, terutama jika konflik terus meluas dan memengaruhi jalur distribusi minyak utama di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?
-
Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi
-
Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace
-
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
-
Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
-
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang
-
PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim