- Adidaya Institute menyarankan kebijakan luar negeri Prabowo-Gibran fokus pada kemerdekaan Palestina sebagai jangkar utama.
- Dinamika geopolitik Timur Tengah dianggap katalisator pergeseran kekuatan global yang memengaruhi stabilitas energi dan perdagangan.
- Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai strategis, namun perlu evaluasi jika kepercayaan publik menurun.
Suara.com - Adidaya Institute memberikan catatan strategis bagi arah kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah memanasnya suhu geopolitik Timur Tengah.
Indonesia disarankan untuk tetap konsisten mengawal kemerdekaan Palestina sebagai prioritas utama, sembari jeli memanfaatkan peluang dalam konfigurasi Board of Peace (BoP).
Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, menilai eskalasi konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel bukan lagi sekadar isu keamanan regional.
Menurutnya, dinamika ini merupakan katalisator pergeseran kekuatan global yang berdampak pada stabilitas energi hingga jalur perdagangan internasional.
"Bagi Indonesia, dinamika ini memiliki implikasi strategis yang jauh melampaui kawasan Timur Tengah," ujar Bramastyo dalam keterangan resminya kepada media.
Berdasarkan survei terbaru Adidaya Institute yang melibatkan 72 pakar nasional, isu kemerdekaan Palestina menempati posisi krusial dengan bobot strategis tertinggi, mencapai 23 persen.
Angka ini menempatkan isu Palestina sebagai "Anchor" atau jangkar utama dalam struktur kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Bramastyo menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya soal solidaritas kemanusiaan, melainkan sumber legitimasi moral dan politik Indonesia di mata dunia.
"Palestina adalah sumber legitimasi normatif yang menentukan kredibilitas posisi Indonesia dalam sistem internasional," imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
Di sisi lain, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) terus menuai diskusi hangat.
Meski banyak kritikan muncul, Adidaya Institute menilai posisi Indonesia di BoP adalah langkah strategis yang sesuai dengan amanat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Bram menjelaskan bahwa selama puluhan tahun, pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza selalu terhambat tembok politik.
Namun, melalui mekanisme BoP, peluang Indonesia untuk berpartisipasi langsung dalam misi perdamaian di kawasan tersebut kini terbuka lebih lebar.
"Pemerintah tidak perlu terburu-buru keluar dari BoP. Kehadiran kita di sana harus dilihat sebagai peluang diplomatik untuk memperjuangkan kemanusiaan," ucapnya.
Namun, ia juga memberikan peringatan. Jika eskalasi serangan AS dan Israel terhadap Iran terus meningkat hingga menurunkan kepercayaan publik terhadap BoP, pemerintah harus siap melakukan "kalibrasi" atau perhitungan ulang.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
-
Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
-
Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup