- Lima pemain Timnas Putri Iran mencari suaka di Australia setelah Piala Asia Wanita 2026 karena kontroversi lagu kebangsaan.
- Ketua federasi mengklaim polisi Australia sempat menyandera beberapa pemain sebelum suaka politik tersebut diberikan.
- Federasi Iran menuding Presiden Amerika Serikat campur tangan dalam proses pemberian suaka politik oleh Australia.
Suara.com - Ketua federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj ungkap fakta lain soal 5 pemain Timnas Putri Iran yang mencari suaka di Australia usai perhelatan Piala Asia Wanita 2026.
Taj mengklaim beberapa pemain sempat disandera polisi Australia sebelum akhirnya diberikan suaka politik.
Kontroversi bermula saat para pemain Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan ketika menghadapi Timnas Wanita Korea Selatan di Piala Asia Wanita 2026.
Insiden itu memicu rumor bahwa para pemain berisiko dihukum berat jika kembali ke Iran.
Sejumlah media bahkan melaporkan mereka dituduh sebagai pengkhianat perang oleh televisi pemerintah Iran.
Isu tersebut berkembang hingga akhir turnamen, meski pada pertandingan berikutnya para pemain kembali menyanyikan lagu kebangsaan.
Taj menegaskan bahwa menyanyikan lagu kebangsaan adalah kewajiban setiap pemain tim nasional Iran.
“Tim nasional wanita kami menyanyikan lagu kebangsaan dan memberi hormat militer,” kata Taj kepada AFP.
Ia juga menuduh keterlibatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam polemik pemberian suaka terhadap tujuh pemain Iran oleh Australia.
Baca Juga: Viral Pemain Timnas Putri Iran Kirim Kode Isyarat Minta Tolong dari Dalam Bus
“Presiden Amerika Serikat sendiri mencuit dua kali tentang tim wanita kami,” ujar Taj.
“Ia mengatakan mereka harus diterima sebagai pengungsi dan bahkan mengancam Australia bahwa jika tidak diberi suaka, AS akan menerimanya.”
Taj kemudian mengklaim polisi Australia sempat mengambil tindakan langsung terhadap para pemain di hotel tempat mereka menginap.
“Setelah pertandingan, polisi Australia datang dan turun tangan, bahkan membawa satu atau dua pemain keluar dari hotel,” kata Taj.
“Menurut informasi yang kami terima, mereka dihalangi saat hendak meninggalkan Australia.”
Polemik ini bahkan membuat Taj mempertanyakan kesiapan negaranya tampil di FIFA World Cup 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Berita Terkait
-
Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
-
Pemain Timnas Putri Iran di Australia Terbelah, Satu Ubah Keputusan dan Pulang ke Iran
-
5 Pemain 'Membelot' ke Australia, Pemerintah Iran: Pulanglah, Jangan Terhasut Propaganda AS
-
Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Mental Baja! Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen usai Kalahkan Newcastle United
-
Lolos ke Final Piala FA, Manchester City Tunggu Pemenangan antara Chelsea vs Leeds United
-
Kalahkan Getafe, Barcelona Kini Unggul 11 Poin dari Real Madrid
-
Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat 3 Pemain Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026
-
Posisi Maarten Paes Terancam, Ajax Dikabarkan Siap Tampung Kiper Buangan Barcelona
-
Tolak Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde Kini Dirumorkan Pilih Turkiye?
-
Kata-Kata Pelatih Indonesia yang Ikut Antar Al Nassr Juara Liga Arab Saudi Putri
-
Imbang dan Atmosfer Damai, Marcos Santos Angkat Topi untuk Bobotoh dan Aremania
-
Arema FC Tahan Imbang Persib, Marcos Santos Bersyukur dan Bangga
-
Dean Zandbergen Semakin Bersinar di Belanda, Tutup Akhir Musim dengan Koleksi 15 Gol