Bola / Bola Dunia
Senin, 09 Maret 2026 | 03:50 WIB
Beredar video viral unggahan akun X @Tarikh_Eran dengan narasi pemain Timnas Putri Iran memberikan kode isyarat minta tolong dari dalam bus saat meninggalkan stadion. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Video viral di X oleh akun @Tarikh_Eran mengklaim pemain Timnas Putri Iran memberi kode minta tolong dari bus di Australia.
  • Kekhawatiran muncul sebab pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat Piala Asia Putri 2026 sebagai bentuk protes.
  • Pemerintah Australia belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kontak dengan skuat Iran meskipun ada petisi perlindungan.

Suara.com - Beredar video viral unggahan akun X @Tarikh_Eran dengan narasi pemain Timnas Putri Iran memberikan kode isyarat minta tolong dari dalam bus saat meninggalkan stadion.

Akun @Tarikh_Eran yang mendukung serangan AS-Israel ke Iran unggah video saat pemain Timnas Putri Iran meningglkan stadion setelah pertandingan Piala Asia Putri 2026 di Australia.

Akun tersebut mengklaim bahwa pemain putri Iran dari dalam bus memberikan kode minta tolong kepada para pendukung mereka yang berada di luar stadion.

"Iranian women’s football national team just used sign language to communicate “Help”," tulis akun tersebut disertai dengan video buram yang memperlihatkan sebuah bus diduga berisi pemain timnas Putri Iran.

Menurut akun tersebut, pemain timnas Putri Iran berada dalam ancaman setelah tindakan mereka tak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum kick off melawan Korsel.

Masih dari sumber yang sama, sejumlah warga Iran dan Austrlia dikabarkan mencoba menghentikan bus tersebut sambil berteriak, selamatkan gadis kami.

"In my opinion the best course of action would he for Australia to indefinitely stop their departure and use the ongoing war as a safety excuse," cuit akun itu.

Namun apakah video itu sesuai fakta? Hingga saat ini pihak Timnas Putri Iran belum memberikan pernyataan resmi.

Kekhawatiran terhadap keselamatan pemain tim nasional wanita Iran meningkat setelah aksi protes mereka di ajang Piala Asia Putri 2026 di Australia.

Baca Juga: Anggota DPR Kecam Insiden Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang Sebabkan 3 WNI Hilang

Para pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Iran.

Aksi tersebut memicu spekulasi bahwa para pemain bisa menghadapi hukuman berat ketika kembali ke negaranya.

Di Iran, tuduhan pengkhianatan terhadap negara bahkan dapat berujung hukuman mati.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, diminta menjawab pertanyaan yang kini ramai dibicarakan publik, apakah pemerintah Australia sudah melakukan kontak langsung dengan skuat Iran.

“Saya tidak bisa mengomentari itu,” kata Wong saat tampil dalam program televisi ABC Insiders, Minggu (8/3/2026).

Tekanan terhadap para pemain Iran semakin meningkat. Seorang presenter televisi Iran yang dikenal dekat dengan pemerintah bahkan meminta agar para pemain dicap sebagai pengkhianat.

Load More