Bola / Bola Dunia
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:06 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. [Instagram Mikel Arteta]
Baca 10 detik
  • Arsenal asuhan Mikel Arteta bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions.
  • Arteta merasa timnya seharusnya menang karena mampu mengendalikan permainan meskipun sempat tertinggal lebih dulu.
  • Gol penalti Kai Havertz memastikan skor imbang, sehingga penentuan lolos ke perempat final akan terjadi di London.

Suara.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya kecolongan saat bermain imbang melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA di BayArena, Leverkusen, Rabu waktu setempat.

Dikutip dari laman resmi UEFA, Arteta mengatakan timnya sebenarnya tampil cukup baik dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Ia menilai permainan Declan Rice dan rekan-rekannya layak menghasilkan kemenangan.

"Kami mengendalikan permainan dengan baik, tetapi tidak mencetak gol. Kemudian kami membiarkan permainan lepas kendali. Itu tidak perlu," kata Arteta.

"Kami memberi mereka harapan dan permainan pun berubah. Dalam 20-25 menit terakhir, kami bermain lebih baik lagi dan saya pikir gol peny equalizer itu pantas kami dapatkan," kata dia.

Dalam pertandingan tersebut, Arsenal sebenarnya tampil dominan sejak awal laga. Namun mereka justru kebobolan lebih dulu melalui gol gelandang Leverkusen Robert Andrich.

Arsenal akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Kai Havertz sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

"Sepak bola menciptakan kisah-kisah gila. Tentu saja, sungguh luar biasa bahwa Kai (Havertz) kembali ke sini setelah bertahun-tahun dan kemudian berhasil mengeksekusi penalti untuk membuat skor menjadi 1-1. Ini adalah kisah yang hebat, tentu saja," ungkap Arteta.

Hasil imbang tersebut membuat kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk melaju ke perempat final. Arsenal dan Bayer Leverkusen harus meraih kemenangan pada leg kedua yang akan digelar di Emirates Stadium, London, Selasa (17/3) waktu setempat.

(Antara)

Baca Juga: Lord Bendtner Maki-maki Klub Bodo/Glimt: Dinginnya Gila, Stadionnya Suram

Load More