- Persija Jakarta harus puas berbagi angka 1-1 dengan Dewa United setelah gol keunggulan Maxwell dibalas oleh Alexis Messidoro.
- Pelatih Mauricio Souza mengkritik kondisi lapangan JIS yang sangat buruk sehingga merusak pola permainan teknis anak asuhnya.
- Hasil imbang ini membuat skuad Macan Kemayoran telah membuang total enam poin di JIS dan tertahan di posisi ketiga klasemen sementara.
Suara.com - Para pendukung Persija Jakarta harus menelan kekecewaan setelah tim kesayangan mereka gagal meraih poin penuh pada lanjutan kompetisi BRI Super League akhir pekan ini.
Hasil imbang 1-1 saat menjamu skuad tangguh Dewa United membuat pelatih kepala Mauricio Souza menyoroti satu masalah krusial di kandang mereka.
Kondisi rumput Jakarta International Stadium dinilai menjadi biang keladi kegagalan tim ibu kota dalam menampilkan permainan teknis yang menghibur.
Pertarungan sengit perebutan tiga poin tersebut diselenggarakan di hadapan publik ibu kota pada hari Minggu kemarin.
Tuan rumah sejatinya mampu memecah kebuntuan lebih dulu melalui sontekan akurat Maxwell tepat sebelum jeda turun minum.
Namun, keunggulan tersebut sirna seketika usai Alexis Messidoro sukses menyamakan kedudukan pada awal babak kedua bergulir.
Sang pelatih asal Brasil lantas meluapkan rasa frustrasinya terhadap kualitas arena pertandingan saat sesi jumpa pers setelah peluit panjang dibunyikan.
“Menurut saya, pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,”
Kualitas lapangan yang jauh dari standar membuat gaya permainan umpan pendek dan tempo cepat andalan timnya sama sekali tidak berjalan maksimal.
Baca Juga: Misi Dewa United Saat Hadapi Persija Jakarta Tidak Main-main
“Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik,”
Situasi buruk arena ini dinilai sangat merugikan karena membuat anak asuhnya kesulitan membangun serangan meski dibekali kualitas teknik individu mumpuni.
Ia pun membeberkan fakta miris bahwa timnya sudah terlalu sering membuang poin berharga saat harus bertanding di hadapan pendukung sendiri.
“Di sini kami kehilangan poin saat melawan Bali (United, imbang 1-1), Malut (United, imbang 1-1), dan sekarang Dewa. Total ada enam poin yang tertinggal di JIS,”
Catatan minor di kandang ini berbanding terbalik dengan performa beringas mereka saat sukses meraih kemenangan tandang melawan musuh-musuh yang sama.
Selain faktor rumput, sang juru taktik juga mengkritik keras kesalahan pengambilan keputusan para pemainnya pada proses terjadinya gol balasan lawan.
Berita Terkait
-
Persija Gagal Salip Borneo FC, Persib Bandung Makin Kedinginan di Pucuk Klasemen Super League
-
Borneo FC vs Persib, Federico Barba Antisipasi Juan Villa dan Mariano Peralta
-
Kiper Terbaik Super League Dicuekin John Herdman, Sumardji Beri Penjelasan
-
Ryo Matsumura Bersinar, Bhayangkara FC Siap Permanenkan dari Persija Jakarta
-
Persija Pincang Lawan Dewa United, Mauricio Souza Tetap Percaya Diri
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia