- Kapten timnas putri Iran, Zahra Ghanbari, membatalkan permohonan suaka di Australia karena khawatir keselamatan keluarganya di Iran.
- Ghanbari menjadi pemain kelima yang menarik permohonan perlindungan, diduga akibat intimidasi sistematis oleh Federasi Sepak Bola Iran.
- Tujuh pemain yang awalnya meminta suaka kini hanya menyisakan dua orang yang masih bertahan di Australia.
Suara.com - Kapten tim nasional sepak bola putri Iran, Zahra Ghanbari, memutuskan meninggalkan Australia setelah sebelumnya mengajukan permohonan suaka.
Menurut laporan dari media Barat seperti Dailymail menyebut bahwa alasan Zahra batal ambil suaka di Australia ialah kekhawatiran meningkat terhadap keselamatan keluarga para pemain yang masih berada di Iran.
Ghanbari, 34 tahun, menjadi pemain kelima yang membatalkan permintaan perlindungan.
Media pemerintah Iran melaporkan ia akan kembali ke Teheran melalui Malaysia, menyusul beberapa rekan setimnya yang lebih dulu menarik permohonan suaka dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Zahra Soltan Meshkehkar, Mona Hamoudi, dan Zahra Sarbali juga memilih pulang.
Perubahan sikap para pemain memicu dugaan adanya tekanan terhadap keluarga mereka di Iran, terutama setelah salah satu pemain pertama yang mundur dari permohonan suaka dikabarkan menerima ancaman.
Sementara itu mantan pemain futsal Iran yang kini hidup di pengasingan, Shiva Amini, mengatakan sejumlah atlet kembali karena intimidasi terhadap keluarga mereka semakin berat.
Ia menyebut ada informasi bahwa Federasi Sepak Bola Iran bekerja sama dengan Garda Revolusi untuk memberi tekanan sistematis kepada keluarga para pemain.
Dari tujuh anggota tim yang sempat meminta perlindungan, hanya dua orang yang masih bertahan di Australia.
Baca Juga: Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
Pemerintah Australia sebelumnya menyetujui visa kemanusiaan bagi enam pemain dan satu staf yang mengaku takut menghadapi hukuman jika kembali ke Iran.
Kontroversi bermula saat timnas putri Iran memilih diam ketika lagu kebangsaan diputar pada laga pembuka Piala Asia Wanita, 2 Maret lalu.
Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk protes dan memicu kecaman keras di dalam negeri, bahkan sebagian media menyebut mereka sebagai pengkhianat.
Salah satu pemain dilaporkan menerima pesan suara dari keluarganya agar tidak kembali karena khawatir akan keselamatan mereka.
Pesan lain yang dikirim secara diam-diam juga meminta para pemain tetap berada di luar negeri demi menghindari risiko penangkapan atau hukuman berat.
Pemerintah Iran justru menyambut kepulangan para pemain dan menyebut keputusan itu sebagai bentuk patriotisme.
Berita Terkait
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Harga Minyak Kembali ke Level 100 Dolar Imbas Perang Iran, Israel dan AS
-
Trump Ngambek: Minta Bantuan China, Jepang dan NATO di Selat Hormuz
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Rekam Jejak Mentereng Asisten Pelatih Baru Timnas Indonesia Simon Grayson
-
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor 26 Tahun Milik David Beckham
-
Daftar Lengkap Asisten Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman usai Simon Grayson Gabung
-
Dipanggil John Herdman Kembali ke Timnas Indonesia, Reaksi Elkan Baggott Bikin Merinding
-
Update Pemain Abroad Timnas Indonesia di Eropa: Dean James Pesta Gol, Jay Idzes Telan Pil Pahit
-
4 Senjata Versatile John Herdman di Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
-
John Herdman Coret 18 Pemain Timnas Indonesia
-
Proses Naturalisasi Jalan Terus, PSSI Tutup Rapat 2 Calon Pemain Keturunan Baru Timnas Indonesia
-
Klasemen BRI Super League: Persija Bikin Persib Bandung Tak Nyaman di Puncak
-
Ada Sentuhan Orang Indonesia di Jersey Away Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026