- Harga minyak dunia Brent dan WTI naik signifikan pada 16 Maret 2026 akibat konflik AS-Israel versus Iran.
- Konflik memicu gangguan pasokan global terparah akibat penutupan Selat Hormuz dan ancaman infrastruktur energi Iran.
- IEA melepaskan 400 juta barel cadangan darurat sementara AS merencanakan koalisi pengawal di Selat Hormuz.
Suara.com - Harga minyak dunia terus merangkak naik pada perdagangan Senin (16/3/2026) seiring dengan konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang memasuki minggu ketiga.
Krisis ini memicu gangguan pasokan global terbesar dalam sejarah akibat penutupan Selat Hormuz dan ancaman langsung terhadap infrastruktur energi.
Hingga pukul 23.38 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent melonjak US$ 2,01 atau 1,95% ke level US$ 105,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,61 atau 1,63% menjadi US$ 100,32 per barel.
Saat artikel ini ditulis, pada Senin (16/3/2026), harga minyak dunia WTI berada di kisaran USD 97. Sementara minyak Brent,
Sepanjang bulan ini, kedua kontrak tersebut telah melambung lebih dari 40%, mencapai titik tertinggi sejak tahun 2022.
Lonjakan ini dipicu oleh terhentinya lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz, jalur krusial yang menopang seperlima pasokan minyak dunia, sebagai respons Iran atas serangan AS-Israel.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan tambahan ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% pengiriman luar negeri negara tersebut.
Ancaman ini muncul setelah serangan terhadap target militer akhir pekan lalu, yang langsung dibalas Teheran dengan janji retaliasi lebih keras.
Dampak konflik mulai merembet ke negara tetangga; drone Iran dilaporkan sempat menghantam terminal minyak penting di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga: Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas
Meski operasional di Fujairah mulai pulih, belum dipastikan apakah kapasitas pemuatan sudah kembali normal.
Analis dari SEB, Erik Meyersson, mencatat bahwa AS kini tengah menimbang opsi darat berisiko tinggi.
"Langkah tersebut termasuk penggerebekan situs nuklir, penyitaan hub minyak Pulau Kharg, hingga pendudukan wilayah Iran Selatan untuk melindungi Selat Hormuz," tulisnya, dikutip dari Reuters.
Cadangan Minyak dan Upaya Koalisi
Untuk meredam gejolak harga, Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Minggu mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat sebesar 400 juta barel.
- Wilayah Asia dan Oseania: Stok akan segera dilepas ke pasar.
- Eropa dan Amerika: Pasokan tambahan akan tersedia pada akhir Maret 2026.
Di sisi lain, Trump mendesak sekutunya untuk mengerahkan kapal perang. Menurut laporan Wall Street Journal, AS berencana mengumumkan pembentukan koalisi pengawal kapal di Selat Hormuz paling lambat minggu ini.
Harapan akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat kian menipis. Pemerintahan Trump dikabarkan menolak upaya negosiasi diplomatik dari sekutu Timur Tengah, sementara Iran secara tegas menolak gencatan senjata sebelum serangan AS dan Israel dihentikan sepenuhnya.
Meski pasar diliputi kekhawatiran akan spiral eskalasi yang tak terkendali, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan optimisme bahwa perang akan berakhir dalam "beberapa minggu ke depan," dengan stabilitas harga minyak.
Berita Terkait
-
Trump Ngambek: Minta Bantuan China, Jepang dan NATO di Selat Hormuz
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP