Bola / Bola Dunia
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:14 WIB
CAF resmi mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal akibat aksi protes walk-off di laga final. Timnas Maroko kini sah dinobatkan sebagai kampiun.[Instagram]
Baca 10 detik
  • Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi mencabut trofi juara Piala Afrika 2025 dari Timnas Senegal karena pelanggaran regulasi.
  • Skuad Senegal dinyatakan kalah 3-0 secara walk-over usai melakukan aksi walk-off untuk memprotes keputusan penalti wasit di laga final.
  • Melalui putusan Dewan Banding, Timnas Maroko akhirnya sah dinobatkan sebagai kampiun baru penguasa sepak bola benua Afrika tahun ini.

Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Afrika secara mengejutkan mencabut status kampiun Timnas Senegal pada ajang bergengsi Piala Afrika 2025.

Keputusan dramatis ini sekaligus memastikan perpindahan mutlak Gelar Juara kepada skuad tangguh Timnas Maroko.

Perubahan takhta penguasa sepak bola benua hitam secara tiba-tiba ini sontak memicu perbincangan panas di kalangan penikmat sepak bola global.

Pembatalan status juara tersebut berakar dari insiden walk-off yang dilakukan oleh skuad Singa Teranga pada partai puncak kompetisi.

Aksi protes berlebihan dengan meninggalkan lapangan tersebut membuat dewan banding menetapkan kemenangan mutlak secara forfeit bagi tim lawan.

"Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF)," demikian pernyataan resmi CAF.

Putusan final dari dewan banding ini secara otomatis menganulir hasil pertandingan yang sebelumnya digelar pada tanggal 18 Januari 2026 silam.

Kala itu, partai puncak yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, sejatinya dimenangkan oleh skuad Senegal dengan skor tipis 1-0.

Pemain andalan Pape Gueye sempat menjadi pahlawan lewat gol tunggalnya di babak perpanjangan waktu yang memicu selebrasi meriah bagi timnya.

Baca Juga: Senegal Juarai Piala Afrika 2025 usai Bungkam Maroko, Trofi Bersejarah Kedua

Namun, drama sesungguhnya baru meledak menjelang menit-menit akhir pertandingan akibat sebuah keputusan krusial dari sang pengadil lapangan.

Pemain bintang Brahim Diaz terlihat dijatuhkan di dalam area kotak penalti yang langsung memicu intervensi dari teknologi VAR.

Wasit akhirnya dengan tegas menunjuk titik putih untuk memberikan hadiah tendangan penalti kepada skuad Singa Atlas.

Keputusan ini memancing amarah luar biasa dari kubu Senegal hingga pelatih Pape Thiaw menginstruksikan seluruh anak asuhnya untuk memboikot pertandingan.

Langkah banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) atas insiden memalukan tersebut kini telah berbuah manis.

Otoritas tertinggi sepak bola Afrika sepakat untuk membatalkan putusan awal yang pernah dikeluarkan secara sepihak oleh Komite Disiplin.

Load More