Bola / Bola Indonesia
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:42 WIB
Jean-Paul Van Gastel, juru taktik PSIM Yogyakarta. (Instagram/jpvangastel_official)
Baca 10 detik
  • Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memperingatkan pemainnya untuk mengatur pola makan selama masa libur Lebaran.
  • Pelatih asal Belanda itu menyoroti masakan Indonesia yang tinggi gula dan berpotensi merusak kondisi fisik serta berat badan pemain.
  • PSIM meliburkan tim selama enam hari agar pemain bisa istirahat dan berkumpul bersama keluarga sebelum kembali bersiap melawan Dewa United.

Suara.com - Momen Libur Lebaran selalu menjadi ujian tersendiri bagi para pesepak bola profesional, sehingga Pelatih Belanda milik PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan peringatan keras.

Instruksi khusus untuk jaga makan menjadi menu wajib yang harus ditaati oleh para pemain selama masa liburan bersama keluarga di kampung halaman.

Peringatan ini muncul karena sang juru taktik menyadari betul bahwa masakan Indonesia mayoritas memiliki kandungan yang bisa merusak kondisi fisik para atlet yakni gula.

Jean-Paul van Gastel selaku arsitek tim Laskar Mataram tidak ingin anak asuhnya kembali ke kamp pelatihan dengan kondisi kelebihan berat badan.

Ia menyoroti tingginya kadar pemanis dalam berbagai hidangan khas perayaan Idul Fitri di Tanah Air yang kerap menggoda selera para pemain.

"Secara keseluruhan makanan Indonesia mengandung banyak gula di dalam masakannya. Anda harus sadar akan apa makanan untuk Anda konsumsi," ungkap Van Gastel dikutip dari Antara.

Mantan asisten pelatih klub Feyenoord ini sengaja tidak merinci daftar larangan makanan secara spesifik kepada skuad asuhannya.

Ia lebih memilih untuk menguji tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab profesional masing-masing individu selama masa jeda kompetisi BRI Super League.

Sanksi tegas pun telah disiapkan bagi siapa saja yang berani melanggar standar kebugaran fisik yang telah ditetapkan oleh jajaran pelatih.

Baca Juga: Klasemen BRI Super League: Persija Bikin Persib Bandung Tak Nyaman di Puncak

"Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan (setelah libur lebaran) dalam kondisi yang bugar dan ideal (dengan berat badan proporsional). Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya," kata Van Gastel.

Staf kepelatihan sendiri telah menyusun program latihan yang sangat matang untuk menyambut kembalinya para pemain ke atas lapangan hijau.

Skuad kebanggaan warga Yogyakarta ini diketahui mendapatkan jatah libur yang terbilang cukup panjang yakni selama enam hari penuh.

Waktu rehat ini diberikan sebagai langkah penyegaran mental para pemain sebelum mereka kembali bertarung di kerasnya liga domestik.

"Kami berlatih sekarang selama beberapa hari dan memberi mereka libur enam hari. Kami punya dua minggu bersiap menghadapi Dewa," tutur Van Gastel.

Sang pelatih berharap momen liburan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beristirahat dan berkumpul bersama orang-orang tercinta di rumah.

Load More