- Asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengunjungi Leeds United, memicu spekulasi bergabungnya Pascal Struijk.
- Pascal Struijk memposting foto tato baru burung Garuda di kakinya, simbol negara Indonesia, setelah kunjungan Grayson.
- Struijk sebelumnya menyatakan membela Timnas Indonesia bukan prioritas kariernya saat ini, meskipun punya keturunan Surabaya.
Suara.com - Sinyal kuat soal potensi bergabungnya bek Leeds United, Pascal Struijk ke Timnas Indonesia mendadak mengemuka.
Pemicunya adalah dua kejadian yang terjadi hampir bersamaan yaitu kunjungan mendadak asisten pelatih baru Timnas Indonesia, Simon Grayson ke markas latihan Leeds United yang diikuti oleh unggahan penuh makna dari sang pemain.
Simon Grayson yang baru saja dikonfirmasi sebagai bagian dari staf kepelatihan John Herdman, membuat kejutan dengan mengunjungi akademi Leeds United, mantan klub yang pernah ia tangani 14 tahun silam.
"Ini pertama kalinya saya kembali sejak Februari 2012," tulis Simon Grayson di unggahan postingannya.
"Tempat ini benar-benar sudah berubah," ungkap Simon di Instagram dengan latar belakang foto Leeds United Academy.
Kunjungan yang terkesan tiba-tiba ini langsung memicu spekulasi. Tak lama setelah kunjungan Grayson, Struijk mengunggah serangkaian foto di media sosialnya.
Satu detail kecil namun sarat makna langsung mencuri perhatian, sebuah tato baru bergambar burung Garuda di kakinya.
Netizen dengan jeli mengenali bahwa tato tersebut belum pernah terlihat sebelumnya.
Struijk sendiri telah lama diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek-nenek pihak ayahnya yang berasal dari Surabaya.
Baca Juga: Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026
Namun dalam sebuah wawancara pada tahun 2020, sikapnya masih mengambang dan terkesan lebih memprioritaskan panggilan dari timnas Belanda atau Belgia.
Berdasarkan pengakuannya dalam sebuah wawancara bersama media Dutchsoccersite, Pascal Struijk secara blak-blakan menyebut bahwa membela Timnas Indonesia bukanlah pilihan kariernya saat ini.
"Tapi tidak, Indonesia bukan sebuah pilihan," tegas Pascal Struijk saat ditanya mengenai peluang membela tanah leluhur kakek dan neneknya tersebut.
"Anda tahu, jika tahun depan tidak ada yang menunjukkan ketertarikan, saya bahkan bisa dipilih untuk timnas Inggris," selorohnya dalam wawancara tersebut.
Kini dengan munculnya tato Garuda, simbol negara Indonesia yang bertepatan dengan kehadiran staf pelatih Timnas Indonesia di markasnya, banyak pihak mengartikannya sebagai sebuah kode keras.
Mungkinkah telah terjadi pertemuan antara Simon Grayson dan Pascal Struijk untuk membahas peluang sang pemain mengenakan seragam Merah Putih.
Berita Terkait
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026
-
Tatap FIFA Series di Indonesia, Bulgaria Rilis Jadwal Padat dan Terbang dengan Pesawat Carter
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis