Bola / Liga Italia
Senin, 23 Maret 2026 | 23:30 WIB
Pesepak bola Inter Milan Lautaro Martinez dan Pio Esposito beraksi setelah membobol gawang Atalanta BC dalam pertandingan sepak bola Serie A di di New Balance Arena​​​​​​​, Bergamo, Italia, Senin (29/12/2025). Inter Milan menang 1-0 atas Atalanta BC. [ANTARA FOTO/NurPhoto via Reuters/Mairo Cinquetti/nym]
Baca 10 detik
  • Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, meminta timnya tetap tangguh hadapi tekanan perburuan Scudetto Serie A saat ini.
  • Marotta menolak menjadikan keputusan kontroversial wasit sebagai alasan atas penurunan performa timnya akhir-akhir ini.
  • Inter Milan sedang mengalami empat laga tanpa kemenangan, namun Marotta optimistis karena telah mencapai dua dari tiga target.

Suara.com - Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, menegaskan timnya harus tetap tangguh di tengah tekanan dan kontroversi wasit dalam perburuan gelar Serie A musim ini.

Marotta menolak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan di saat performa tim tengah menurun.

“Kami harus lebih kuat dari kesalahan wasit,” tegas Marotta dilansir dari Football Italia.

“Ini bukan alasan. Dalam sepak bola, kesalahan selalu ada.”

Inter saat ini sedang mengalami penurunan performa dengan empat laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Keunggulan mereka di puncak klasemen pun kini terpangkas, hanya enam poin dari rival sekota AC Milan dan tujuh poin dari Napoli.

Meski begitu, Marotta tetap optimistis. “Kami masih memimpin klasemen dengan selisih poin yang sebelumnya tidak terduga. Kami juga sudah mencapai dua dari tiga target musim ini,” ujarnya.

Bek Sassuolo, Jay Idzes, dalam pertandingan melawan Inter Milan. (Dok. Inter Milan)

Marotta mengakui Inter tengah menghadapi masa sulit, yang dipengaruhi faktor cedera dan kelelahan pemain.

Namun, ia menegaskan kondisi ini wajar di fase akhir musim yang penuh tekanan.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus

“Ini situasi sulit, tapi normal dalam olahraga. Kami tidak mencari alasan, kami akan berjuang sampai akhir,” kata Marotta. “Lebih mudah menjadi pemburu daripada yang diburu.”

Terkait kontroversi wasit dalam laga melawan Atalanta dan Fiorentina, Marotta menilai perlu ada konsistensi dalam pengambilan keputusan.

Namun Marotta tetap menolak memainkan peran sebagai korban.

“Kami hanya ingin ada keseragaman dalam penilaian. Tapi kami tidak ingin menjadi korban. Secara umum, kesalahan akan saling menyeimbangkan,” ujarnya.

Marotta juga menyoroti tekanan mental yang kini semakin besar dalam sepak bola modern.

Marotta menilai aspek psikologis menjadi kunci dalam menentukan juara.

Load More