- Zinedine Zidane dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk melatih Timnas Prancis menggantikan Deschamps.
- Penunjukan Zidane sebagai pelatih baru Prancis ini direncanakan terjadi setelah gelaran Piala Dunia 2026.
- Presiden federasi mengonfirmasi sosok pengganti Deschamps telah terpilih, memenuhi kriteria dan dukungan publik.
Suara.com - Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, dikabarkan segera kembali ke dunia kepelatihan setelah mencapai kesepakatan verbal untuk menangani Timnas Prancis.
Kepastian ini muncul setelah lebih dari 1.700 hari ia meninggalkan bangku pelatih.
Menurut laporan media Prancis, Zidane telah mencapai kesepakatan dengan French Football Federation untuk menggantikan Didier Deschamps usai Piala Dunia 2026.
Penunjukan ini disebut hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi.
Presiden federasi, Philippe Diallo, mengisyaratkan bahwa sosok pengganti Deschamps sudah dipilih.
“Ya, saya tahu namanya. Kami membutuhkan profil yang memenuhi banyak kriteria dan bisa mendapat dukungan publik Prancis,” ujarnya dilansir dari Sportbible.
Zidane sendiri sebelumnya sudah memberi sinyal kuat ingin melatih Les Bleus.
“Saya ingin suatu hari menjadi pelatih tim nasional Prancis. Saya pasti akan kembali melatih,” katanya dalam sebuah wawancara.
Sejak mundur dari Real Madrid pada 2021, Zidane memang kerap dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Manchester United.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
Namun, Zidane memilih menunggu momen tepat untuk kembali ke pinggir lapangan.
Sebagai pelatih, Zidane mencatat sejarah gemilang dengan membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Prestasi itu membuatnya dianggap sebagai salah satu pelatih elite dunia meski relatif baru memulai karier kepelatihan.
Sementara itu, Deschamps telah memastikan akan mundur setelah Piala Dunia 2026.
“Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan berhenti setelah 2026. Dalam pikiran saya, itu sudah sangat jelas,” kata Deschamps.
“Kami tidak pernah ingin hal indah ini berakhir, tapi ada saatnya untuk berhenti.”
Berita Terkait
-
Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
-
Bawa Misi Penting, Ini Alasan Persib Bandung ke Jakarta di Tengah Libur Super League
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Reaksi Ipswich Town Lihat Elkan Baggott Mau Kembali Perkuat Timnas Indonesia
-
Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
-
Bos Go Ahead Bongkar Niat Jahat NAC Breda Permasalahkan Status WNI Dean James
-
Reuni Rasa Liga Inggris di GBK, Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Jadi Panggung Panas
-
Calvin Verdonk Diserang Fans Marseille, Suporter Lille Minta Bantuan Warganet Indonesia
-
Eliano Reijnders Bongkar Obrolan dengan John Herdman, Sinyal Keras Sapu Bersih FIFA Series 2026
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
Nasib Dean James Ditentukan Hari Ini? Seluruh Klub Eredivisie Gelar Rapat Darurat
-
Bawa Misi Penting, Ini Alasan Persib Bandung ke Jakarta di Tengah Libur Super League
-
Dibantai di Final, Pep Guardiola Malah Sebut Arsenal Tim Terbaik: Nyindir atau Pujian Tulus?