- Operasi militer Meksiko di Culiacan berhasil menangkap Omar Torres, pemimpin faksi kartel Los Mayos, menewaskan sebelas penyerang.
- Penangkapan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Meksiko dalam memberantas kejahatan kartel narkoba yang didukung AS.
- Aparat menyita senjata berat, namun putri Torres dilepaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aktivitas kriminal.
Suara.com - Operasi militer besar-besaran di Culiacan menewaskan 11 orang saat aparat Meksiko menangkap pemimpin faksi kartel narkoba.
Target utama, Omar Oswaldo Torres alias El Patas, berhasil diamankan dalam penggerebekan tersebut.
Angkatan Laut Meksiko menyebut operasi dilakukan setelah pasukan mereka diserang di lokasi.
“Personel kami diserang dan membalas tembakan, menewaskan 11 penyerang,” demikian pernyataan resmi AL Meksiko seperti dilansir dari Aljazeera.
Selain penangkapan Torres, aparat juga menyita senjata berat dan perlengkapan taktis dari lokasi kejadian.
Identitas para korban tewas hingga kini belum diumumkan ke publik.
Dalam operasi itu, putri Torres turut ditemukan di lokasi.
Namun, ia dilepaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aktivitas kriminal.
Torres diketahui memimpin faksi Los Mayos dalam jaringan Sinaloa Cartel.
Baca Juga: Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
Kelompok ini terlibat konflik sengit dengan faksi lain, Los Chapitos, dalam perebutan kekuasaan.
Kedua faksi tersebut berakar dari tokoh besar kartel, yakni Joaquin El Chapo Guzman dan Ismael El Mayo Zambada, yang kini sama-sama dipenjara di Amerika Serikat.
Operasi ini menjadi bagian dari strategi keras pemerintah dalam memberantas kartel narkoba di kawasan Amerika Latin.
Langkah tersebut juga sejalan dengan tekanan dari Presiden AS, Donald Trump, yang mendesak tindakan tegas terhadap kejahatan lintas negara.
“Kita harus memusnahkan mereka. Kartel sedang mengambil alih negara mereka,” kata Trump dalam pertemuan regional baru-baru ini.
Ia bahkan menyebut Meksiko sebagai episentrum kekerasan kartel.
Namun, strategi yang dikenal sebagai decapitation strategy ini menuai kritik.
Sejumlah ahli menilai penangkapan atau pembunuhan pemimpin kartel justru berpotensi memicu konflik baru dan meningkatkan kekerasan.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno