Bola / Bola Dunia
Rabu, 25 Maret 2026 | 14:22 WIB
Polemik Kewarganegaraan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Makin Rumit, Bos Eredivisie Buka Suara. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Status WNI pemain keturunan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On memicu protes klub lawan di kompetisi Belanda.
  • NAC Breda dan TOP Oss mempersoalkan keabsahan pemain setelah mereka berganti kewarganegaraan menjadi WNI.
  • Direktur Eredivisie menyatakan hasil pertandingan sementara tidak dibatalkan sambil menunggu kajian jaksa penuntut.

Suara.com - Polemik status kewarganegaraan dua pemain keturunan Indonesia, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, memicu kontroversi di Eredivisie.

Sejumlah klub mulai mempertanyakan keabsahan keduanya setelah resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Dean yang memperkuat Go Ahead Eagles serta Nathan yang bermain untuk Willem II kini menjadi sorotan. Keberadaan mereka diprotes oleh klub-klub lawan yang merasa dirugikan.

Kasus ini mencuat usai NAC Breda melayangkan keberatan terhadap status Dean. Tak lama berselang, TOP Oss juga melakukan langkah serupa dengan mempersoalkan status Nathan.

Menariknya, kedua klub tersebut merupakan tim yang sebelumnya dikalahkan oleh Go Ahead Eagles dan Willem II dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi dan kedua di Belanda.

Hal ini membuat protes semakin memanas karena berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.

Akar persoalan terletak pada perubahan kewarganegaraan kedua pemain.

NAC Breda dan TOP Oss menilai Dean serta Nathan tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemain Uni Eropa setelah resmi menjadi WNI. Mereka bahkan meminta agar pertandingan yang telah berlangsung bisa diulang.

Dalam kronologinya, Dean diketahui masih berstatus warga negara Belanda saat menandatangani kontrak dengan Go Ahead Eagles pada 2023, sebelum akhirnya menjalani proses naturalisasi pada 2025.

Baca Juga: Lolos Seleksi Ketat, Beckham Putra Siap Jawab Kepercayaan Timnas Indonesia

Sementara itu, Nathan sudah berstatus WNI ketika meneken kontrak bersama Willem II di tahun yang sama.

Direktur Eredivisie, Jan de Jong, mengakui bahwa kasus ini tidak sederhana dan membutuhkan kajian mendalam dari pihak berwenang.

"Ini adalah kasus yang sangat sulit. Kapan tepatnya mereka berganti warga negara? Jaksa penuntut akan meninjau pertandingan sepak bola yang telah dilaksanakan, dan itu mungkin memakan waktu," ucap Direktur Eredivisie, Jan de Jong dikutip dari Voetbal Primeur.

Meski demikian, pihak liga untuk sementara tidak berencana mengubah hasil pertandingan yang sudah terjadi.

"Dewan liga berencana menganggap sah semua pertandingan yang telah dimainkan. Oleh karena itu, kami tidak berencana membatalkan pertandingan yang telah dimainkan atau tidak memerintahkan pertandingan tersebut diulang," jelas De Jong melanjutkan.

Saat ini, keputusan final masih menunggu hasil kajian dari jaksa penuntut umum.

Load More