- Kapten Persib, Marc Klok, mendukung Beckham Putra Nugraha atas komentar negatif netizen setelah masuk skuad Timnas Indonesia.
- Klok menilai perundungan terhadap pemain Timnas tidak bermanfaat dan berpotensi merusak mental serta kualitas sepak bola nasional.
- Klok menekankan bahwa semua pemain yang terpilih membela Timnas Indonesia, dari klub manapun, wajib didukung penuh oleh semua pihak.
Suara.com - Kapten tim Persib Bandung, Marc Klok, memberikan dukungan kepada Beckham Putra Nugraha yang mendapat komentar negatif dari netizen.
Beckham Putra Nugraha menjadi salah satu pemain Persib yang mendapat panggilan bergabung dengan tim nasional (Timnas) Indonesia.
Pemain yang menggunakan nomor punggung 7 ini, masuk dalam daftar 24 nama yang disiapkan Timnas Indonesia untuk persiapan FIFA Series 2026.
Masuknya Beckham ke Timnas Indonesia, mendapat respon negatif dari beberapa netizen, bahkan mereka menganggap Etam sapaan akrabnya tak layak di skuad Garuda.
Marc Klok merasa heran dengan adanya komentar negatif tersebut, padahal pemain ini sedang membela Timnas Indonesia dan selalu berusaha menampilkan permainan terbaiknya.
"Saya pikir saya sudah melihat tanggapan dalam dua minggu terakhir ini. Kalau mungkin saya ada di sana juga mungkin dibully," kata Marc Klok.
"Ada pemain lain, Yakob (Sayuri), siapapun saya tidak tahu juga dibully," ucapnya menambahkan.
Menurut Marc Klok, komentar negatif tersebut tidak ada manfaatnya, karena seharusnya siapapun yang bergabung dengan Timnas Indonesia harus didukung.
"Untuk kita, untuk generasi berikutnya, untuk pemain muda, benefit apa untuk dibully? Ini harus ditanya, benefit apa? Untuk pemain, untuk tim nasional, untuk bangun kualitas kita?," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Bentrok di FIFA Series 2026, Performa Timnas Indonesia dan St Kitts and Nevis Tak Jauh Beda
Pemain yang menggunakan nomor punggung 23 ini menuturkan, jika perilaku ini terus terjadi maka akan berdampak pada sepakbola Indonesia, terutama bagi generasi muda.
"Tidak ada manfaatnya merundung pemain. Terutama untuk generasi berikutnya, anak-anak yang lebih muda," ucapnya.
Perundangan yang terjadi menurut Marc Klok bisa saja merusak mental pemain, sehingga mereka akan sulit untuk berkembang, padahal pemain-pemain itu mebela nama Indonesia.
"Ini adalah penyalahgunaan besar dan masalah mental untuk kembali ke performa puncak ketika Anda memiliki ratusan ribu, jutaan orang yang membully Anda, Anda tahu?," ujarnya.
"Mereka bisa membully lebih banyak lagi, tapi anda kehilangan bakat, anda kehilangan kesempatan bagi pemain untuk bermain di tim nasional, anda kehilangan kualitas pemain," jelasnya.
Melihat situasi yang terjadi saat ini, Marc Klok merasa sedih, karena walaupun berasal dari klub yang berbeda pemain-pemain ini berjuang untuk Timnas Indonesia dan seharusnya diberikan dukungan.
"Jadi menurut saya sangat menyedihkan bahwa kita bahkan membicarakan hal ini. Karena siapapun ada di Timnas, Beckham, Ragnar (Oratmangoen), Jay Idzes, siapa pun, dari klub manapun, semua harus kita dukung," ungkapnya.
"Karena pelatih pilih pemain, kami mendukung rencana tim kepelatihan dan kita dukung pemain yang ada di sana," tegasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
-
Justin Hubner Alami Insiden Pesawat Mengerikan di Balik Keterlambatannya Gabung Timnas Indonesia
-
Misteri Terpecahkan! Ini Alasan Dean James Dicoret Timnas Indonesia di Tengah Polemik KNVB
-
Psywar Pelatih Bulgaria, Sebut Timnas Indonesia Hebat Sebelum Era Naturalisasi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan