- Pelatih John Herdman terlihat sangat cerewet dan terus memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat Timnas Indonesia melawan St Kitts and Nevis.
- Alasan teknis di balik sikapnya adalah karena waktu persiapan tim yang singkat, sehingga pemain butuh pengingat taktis secara konstan di lapangan.
- Sikap cerewet Herdman terbukti sukses membuat Skuad Garuda tampil disiplin, meraih target menang 4-0, dan terhindar dari jebakan serangan balik lawan.
Suara.com - Gaya atraktif pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, yang tak pernah diam di pinggir lapangan sukses mencuri perhatian para penikmat sepak bola Tanah Air.
Sepanjang laga uji coba internasional melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam, sang juru taktik terlihat sangat cerewet memberikan instruksi.
Di balik teriakan tanpa henti tersebut, rupanya tersimpan alasan teknis yang sangat krusial bagi fondasi permainan Skuad Garuda.
Arsitek asal Inggris ini menyadari betul bahwa skuadnya baru saja berkumpul dalam waktu yang sangat mepet untuk persiapan turnamen ini.
Waktu persiapan yang serba singkat itu memaksanya untuk terus bersuara agar para pemain tidak lupa dengan skema taktik yang telah disepakati.
“Menurut saya gairah itu harus ada. Tetapi jelas ada kerangka taktis dan saya memiliki harapan yang tinggi terhadap para pemain. Dan ketika Anda menyatukan sebuah tim untuk waktu yang singkat, Anda butuh pengingat yang konstan,” katanya.
Selain faktor tuntutan taktik di atas lapangan, gaya melatih yang meledak-ledak ini juga dipengaruhi oleh latar belakang daerah asalnya.
Ia menyebut bahwa darah sepak bola yang mengalir deras di kota kelahirannya turut membentuk karakternya yang penuh semangat.
“Ya, saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah dan, yah,” kata Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan usai.
Baca Juga: Bukan Thom Haye, John Herdman Sebut Timnas Indonesia Rindukan Kreativitas Dua Sosok Ini
Instruksi bawel dari pinggir lapangan ini sangat dibutuhkan mengingat sang pelatih sadar betul bahwa lawan yang dihadapinya punya potensi merepotkan.
Berdasarkan pengalamannya di masa lalu, ia pernah dibuat pusing tujuh keliling oleh lawan yang sama meski saat itu timnya dihuni oleh pemain kelas dunia.
“Terakhir kali saya melawan St. Kitts and Nevis, kami (timnas Kanada), Anda tahu, kami memiliki pemain dari Bayern Munich (Alphonso Davies), kami hanya mengalahkan mereka 1-0. Itu pertandingan yang sangat sulit, di St. Kitts and Nevis,” ujar sosok yang meloloskan timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 itu.
Ia tak ingin Skuad Merah Putih lengah sedikit pun yang bisa berujung pada malapetaka kebobolan gol tak terduga.
“Jadi Anda tahu bahwa Anda tidak bisa memberi mereka sedikit pun celah. Jika tim itu mampu mencuri gol, mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit,” katanya.
Teriakan konstan sang pelatih terbukti ampuh membuat pertahanan Indonesia tampil sangat disiplin, terutama saat menghadapi gelombang serangan di awal babak pertama.
Berita Terkait
-
Terungkap! Alasan Beckham Putra Selebrasi Tutup Telinga dan Kedinginan di GBK
-
Peringatan John Herdman: Bulgaria Beda Kelas, Lengah Sedikit Garuda Bisa Tewas!
-
Respons Berkelas Beckham Putra usai Cetak Brace dan Bungkam Kritik Netizen
-
PSSI Buka Suara Persoalan Paspor Dean James Hingga Tak Dibawa ke Timnas Indonesia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Skenario Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026: Final atau Perebutan Juara 3
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Viralkan Nyanyian 1 Persen
-
Steve Clarke Resmi Mundur usai Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Untuk Pertama Kali Sejak 20 Tahun Lalu, Lionel Messi Harus Rasakan Hal Ini
-
Tua-tua Keladi! Luka Modric Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
-
Neymar Hamburkan Rp17 Miliar di Piala Dunia 2026, Beli Jam Mewah di New York
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Tak Mampu Cetak Gol, Portugal Gagal Menang Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
-
Comeback Dramatis Kongo Kalahkan Uzbekistan 3-1 dan Cetak Sejarah Lolos Fase Gugur
-
Cristiano Ronaldo Dkk Mandul Lawan Kolombia, Begini Penjelasan Berani Roberto Martnez