Bola / Bola Indonesia
Rabu, 01 April 2026 | 13:16 WIB
Elkan Baggott (IG Timnas Indonesia)
Baca 10 detik
  • Elkan Baggott mencatatkan 96 menit bermain di Timnas melampaui rekornya di Ipswich Town.

  • Bek jangkung ini memuji peningkatan kualitas pemain Indonesia yang kini banyak berkarir di Eropa.

  • Baggott menyoroti peran penting Coach John Herdman dalam mengubah mentalitas bertanding skuad Garuda.

Suara.com - Elkan Baggott akhirnya merasakan kembali atmosfer kompetitif bersama Timnas Indonesia, dan hasilnya langsung mencolok. Dalam tiga hari saja, ia mencatatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan satu musim bersama Ipswich Town.

Bek berusia 23 tahun itu menjalani comeback setelah terakhir kali tampil di Piala Asia 2023. Meski datang dengan kondisi belum sepenuhnya bugar akibat minimnya jam bermain di level klub, Baggott justru tampil cukup solid saat mendapat kepercayaan di level internasional.

Musim 2025/2026 bukan periode yang mudah bagi pemain bertinggi 196 cm tersebut. 

Ipswich Town yang tengah memburu promosi ke Premier League lebih sering menjadikannya sebagai pelapis, tanpa memberikan kesempatan bermain di Divisi Championship. Bahkan, ia hanya dua kali masuk dalam daftar skuad pertandingan liga.

Kesempatan bermain yang didapat pun sangat terbatas. Baggott hanya tampil di ajang Piala FA saat menghadapi Blackpool dan Wrexham, dengan total waktu bermain hanya 74 menit sepanjang musim.

Situasi tersebut tidak menjadi penghalang bagi John Herdman untuk tetap memanggilnya ke Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Series 2026. Keputusan itu terbukti tepat.

Dalam dua pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria, Baggott langsung mendapatkan menit bermain signifikan. 


Ia tampil sebagai starter saat menghadapi Saint Kitts and Nevis dengan durasi 65 menit, lalu kembali dimainkan selama 31 menit dari bangku cadangan saat melawan Bulgaria.

Total 96 menit yang dikumpulkan dalam waktu tiga hari di Stadion Gelora Bung Karno jelas melampaui catatannya bersama Ipswich Town sepanjang musim ini.

Baca Juga: John Herdman Menanti Kembalinya Marselino dan Miliano Jonathans di Timnas Indonesia

Penampilannya pun cukup menjanjikan, terutama dalam duel udara yang menjadi keunggulannya. Saat menghadapi Bulgaria, ia sempat menciptakan ancaman serius lewat flick header yang memaksa lawan melakukan sapuan di garis gawang.

Baggott pun merasakan adanya perubahan signifikan dalam skuad Garuda saat ini dibandingkan sebelumnya.

“Menurut saya, perbedaan terbesar dari tua tahun lalu adalah standar dan kualitas pemain,” ujar Baggott kepada awak media beberapa waktu lalu.

“Sekarang lebih banyak pemain yang bermain di Eropa, di klub dan liga top.
 Itu juga karena energi dari Coach John dan mentalitas baru yang dibawa. Itu dua hal utama yang berbeda dari sebelumnya,” pungkasnya.

Dengan tambahan menit bermain dan pengalaman di level internasional, Baggott diharapkan kembali ke Ipswich Town dalam kondisi lebih siap.

Load More