- Timnas Irak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga playoff.
- Pelatih Graham Arnold melarang pemain menggunakan media sosial agar tim tetap fokus penuh selama persiapan turnamen berlangsung.
- Irak yang tergabung di Grup I bertekad menunjukkan mentalitas pemenang saat menghadapi tim besar seperti Prancis dan Norwegia.
Suara.com - Timnas Irak tidak ingin sekadar menjadi penggembira di Piala Dunia 2026. Setelah sukses mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun untuk kembali ke panggung dunia, pelatih Graham Arnold langsung menanamkan ambisi besar untuk menjadi kuda hitam.
Kepastian lolos didapat Irak setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Bolivia dalam laga playoff antar-konfederasi, Rabu (1/4/2026) waktu setempat.
Gol dari Ali Al Hamadi dan Aymen Hussein memastikan Singa Mesopotamia menjadi tim ke-48 atau yang terakhir mengamankan tiket ke turnamen di Amerika Utara.
Bagi Graham Arnold yang sebelumnya sukses membawa Australia ke babak 16 besar di Qatar 2022, pencapaian ini adalah awal dari sebuah misi baru.
Berkaca pada pengalamannya, ia tahu betul bagaimana mengubah status non unggulan menjadi kekuatan yang mengejutkan.
"Sebelum memikirkan menghadapi Prancis, saya harus mengatakan bahwa saya pernah melawan mereka bersama Australia di Piala Dunia 2022," kata Arnold dikutip dari Reuters.
"Kami kalah 1-4, tetapi pengalaman itu kami jadikan motivasi untuk mengalahkan Tunisia dan Denmark hingga mencapai babak 16 besar," sambungnya.
Untuk memastikan timnya fokus penuh, Arnold bahkan mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh pemainnya mengakses media sosial.
Ia tidak ingin konsentrasi tim terganggu oleh situasi panas di Timur Tengah.
Baca Juga: Bukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Ini Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
"Saya melarang penggunaan media sosial sejak hari kami tiba di sini. Saya tidak ingin mereka memikirkan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah karena mereka harus fokus pada tugas kami di sini," ucapnya.
Arnold menegaskan, Irak akan datang ke Piala Dunia bukan dengan rasa minder, melainkan dengan mentalitas pemenang.
Berhadapan dengan bintang-bintang top dunia seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland dianggapnya sebagai sebuah kehormatan yang harus dijawab dengan perlawanan sengit.
"Irak tidak memiliki apa pun untuk dirugikan. Kami harus pergi ke Piala Dunia dengan mentalitas pemenang, itu satu-satunya cara untuk meraih sesuatu yang istimewa. Berbagi lapangan dengan pemain seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland adalah kehormatan besar bagi para pemain kami," ujarnya.
"Kami menghormati kemampuan mereka, tetapi kami akan turun ke lapangan untuk mencoba mengejutkan dunia dan menunjukkan sepak bola Irak di panggung global," lanjutnya.
Di putaran final nanti, Irak akan tergabung di Grup I yang berat bersama raksasa Prancis, serta kuda hitam potensial lainnya, Norwegia dan Senegal.
Berita Terkait
-
Sempat Kesal, Thom Haye Senang Pemain Persib Ini Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia 2026: Prancis Dapat Lawan Berat, Argentina Lebih Ringan
-
Lengkap, Daftar 48 Negara yang Berhasil Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Timnas Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Pelatih Persib Angkat Topi untuk Anak Asuhannya
-
Ada Andil Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Gagal Dapat Hadiah Ratusan Miliar dari FIFA
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
Didorong Calvin Verdonk Main di Eropa, Dony Tri Pamungkas Beri Respons Berkelas
-
Jadwal Liga Jerman Pekan ke-28: Bayern Munich vs Freiburg, Kevin Diks Cs Jamu Heidenheim
-
Jadwal Perempat Final Piala FA 2026: Manchester City vs Liverpool Jadi Laga Utama
-
Laga Spanyol vs Mesir Ternoda Aksi Rasisme, Lamine Yamal Angkat Bicara
-
Muhammad Albagir Senang Kembali ke Timnas, Siap Bersaing di Piala AFF Futsal 2026
-
Dewa Rizki Ingin Pertahankan Gelar Piala AFF Futsal 2026
-
Sempat Kesal, Thom Haye Senang Pemain Persib Ini Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-31: Napoli vs AC Milan dan Inter vs AS Roma Jadi Sorotan
-
Musim Terakhir Mohamed Salah, Arne Slot Berharap Ada Warisan Istimewa
-
Kabar Baik untuk Liverpool, Alexander Isak akan Kembali Berlatih