- Selain pemain Timnas Indonesia, total ada sekitar 25 pemain profesional di Liga Belanda yang terjerat skandal paspor dan investigasi IND.
- Kasus ini memicu efek domino di mana klub-klub terpaksa membekukan para pemain naturalisasi (seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On) agar tidak melanggar aturan KNVB.
- Perubahan status menjadi pemain non-Uni Eropa mewajibkan pemain memenuhi syarat ketat seperti izin kerja, izin tinggal, dan standar gaji minimum yang tinggi.
Berdasarkan laporan terkini, terdapat sekitar 25 pemain lintas negara yang kini masuk dalam radar pendataan dan investigasi ketat otoritas Belanda.
Mereka semua kini harus bersabar menunggu hasil evaluasi komprehensif dari Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND) terkait status paspor mereka.
Selama proses investigasi tersebut berlangsung, seluruh klub diwajibkan untuk menahan diri dan tidak memainkan pemain yang sedang diperiksa.
Kebijakan pembekuan status bermain ini diberlakukan secara ketat agar tidak ada satu pun klub yang melanggar regulasi kompetisi nasional.
Terlebih lagi, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) telah memberikan instruksi langsung kepada seluruh klub untuk melakukan pengecekan berlapis.
Kasus yang menyeret nama Dean James disebut-sebut sebagai pemantik utama meledaknya polemik multinasional ini di ranah publik.
Status bermainnya mulai dipertanyakan secara hukum sesaat setelah ia resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2025 lalu.
Berubahnya status menjadi pemain non-Uni Eropa membuat Dean James dan puluhan pemain lainnya wajib memenuhi serangkaian syarat administratif baru.
Persyaratan ketat tersebut mencakup kepemilikan izin kerja yang sah, izin tinggal sementara, hingga kewajiban klub untuk memenuhi standar gaji minimum.
Baca Juga: Skandal Paspor Belanda Dean James Meluas, Klub-klub Eredivisie Kena Imbas
Apabila salah satu dari syarat mutlak tersebut tidak terpenuhi, maka sang pemain berpotensi besar tidak bisa didaftarkan secara resmi di liga.
Ancaman sanksi berat inilah yang membuat mayoritas klub peserta liga memilih langkah paling aman dengan membekukan status pemain mereka.
Kondisi serba tidak pasti ini tentu menjadi tantangan mental yang sangat berat bagi para pemain Timnas Indonesia yang sedang berkarier di Eropa.
Mereka kini tidak memiliki pilihan lain selain menunggu kepastian hukum dari pemerintah Belanda sebelum bisa kembali beraksi di atas lapangan hijau.
Situasi pelik ini sekaligus menjadi pelajaran sangat berharga bagi semua pihak terkait kompleksitas proses naturalisasi yang berbenturan dengan regulasi internasional.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Titik Terang Polemik Paspor, 4 Pemain Timnas Indonesia Tak Akan Lama Dibekukan Klub Belanda
-
Alasan Maarten Paes Lolos Sanksi 'Skandal Paspor' KNVB
-
Dean James hingga Justin Hubner Terancam Tak Lagi Bisa Bela Timnas Indonesia Buntut Skandal Paspor
-
4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Belanda Akibat Polemik Paspor
-
Skandal Paspor! 4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Eredivisie
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi