Bola / Bola Dunia
Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB
Terkuak alasan kiper Timnas Indonesia Maarten Paes lolos dari skandal paspor KNVB di Liga Belanda. Kecerdasan Ajax daftarkan paspor WNI jadi kuncinya. (dok. ajax.nl)
Baca 10 detik
  • Di tengah skandal paspor yang membekukan Hubner, Nathan, dan James, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes tetap aman bermain untuk Ajax.
  • Ajax lolos sanksi karena teliti mendaftarkan Paes sebagai pemain non-Uni Eropa dan sanggup memenuhi syarat gaji minimum Rp11,7 miliar per tahun.
  • Klub Liga Belanda lain kesulitan meniru "jalur Ajax" karena terbentur aturan finansial yang sangat memberatkan arus kas keuangan klub kecil dan menengah.

Suara.com - Kompetisi sepak bola Belanda, Eredivisie, tengah diguncang skandal paspor yang berimbas langsung pada deretan penggawa Timnas Indonesia.

Nama-nama tenar seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, hingga Tim Geypens terpaksa dibekukan sementara oleh klubnya masing-masing.

Namun, di tengah badai sanksi administratif tersebut, kiper andalan Skuad Garuda yakni Maarten Paes justru berstatus aman.

Pemain berpostur jangkung itu tetap diizinkan merumput dan berlatih secara normal bersama raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam.

Lolosnya penjaga gawang berusia 25 tahun itu dari sanksi pembekuan KNVB rupanya bukan karena kebetulan semata.

Manajemen Ajax terbukti sangat teliti dan patuh terhadap regulasi keimigrasian saat mendaftarkan sang pemain sebagai rekrutan baru mereka.

Media ternama Belanda, De Telegraaf, secara khusus membongkar rahasia di balik legalitas status kiper andalan pelatih John Herdman tersebut.

Pihak Ajax sejak awal telah mendaftarkan Paes menggunakan paspor asingnya, bukan lagi sebagai warga negara Belanda.

Langkah cerdas ini diikuti dengan pengurusan izin kerja khusus bagi pekerja dari luar negara anggota Uni Eropa.

Baca Juga: Maarten Paes Bikin Media Belanda Heran dengan Lonjakan Kariernya di Ajax dan Timnas Indonesia

Tentu saja, konsekuensi dari pendaftaran legal ini menuntut klub untuk memenuhi standar gaji minimum yang sangat fantastis.

Regulasi ketat di Belanda menetapkan bahwa pemain asing non-Uni Eropa wajib menerima bayaran setidaknya 608 ribu euro atau sekitar Rp11,7 miliar per tahun.

Berstatus sebagai klub kaya raya yang mapan secara finansial, syarat berat tersebut jelas bukan menjadi batu sandungan berarti bagi manajemen Ajax.

Situasi mulus ini sangat kontras dengan nasib nestapa yang menimpa rekan-rekan senegaranya di klub papan tengah dan kasta kedua.

Tim seperti Go Ahead Eagles, Fortuna Sittard, Willem II, hingga FC Emmen diduga kuat lalai dalam mengurus perubahan status izin kerja pemainnya usai resmi mengambil sumpah WNI.

Berdasarkan hukum setempat, seorang warga negara Belanda otomatis kehilangan kewarganegaraannya jika secara sukarela membela tim nasional negara di luar Uni Eropa.

Load More