- Di tengah skandal paspor yang membekukan Hubner, Nathan, dan James, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes tetap aman bermain untuk Ajax.
- Ajax lolos sanksi karena teliti mendaftarkan Paes sebagai pemain non-Uni Eropa dan sanggup memenuhi syarat gaji minimum Rp11,7 miliar per tahun.
- Klub Liga Belanda lain kesulitan meniru "jalur Ajax" karena terbentur aturan finansial yang sangat memberatkan arus kas keuangan klub kecil dan menengah.
Suara.com - Kompetisi sepak bola Belanda, Eredivisie, tengah diguncang skandal paspor yang berimbas langsung pada deretan penggawa Timnas Indonesia.
Nama-nama tenar seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, hingga Tim Geypens terpaksa dibekukan sementara oleh klubnya masing-masing.
Namun, di tengah badai sanksi administratif tersebut, kiper andalan Skuad Garuda yakni Maarten Paes justru berstatus aman.
Pemain berpostur jangkung itu tetap diizinkan merumput dan berlatih secara normal bersama raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam.
Lolosnya penjaga gawang berusia 25 tahun itu dari sanksi pembekuan KNVB rupanya bukan karena kebetulan semata.
Manajemen Ajax terbukti sangat teliti dan patuh terhadap regulasi keimigrasian saat mendaftarkan sang pemain sebagai rekrutan baru mereka.
Media ternama Belanda, De Telegraaf, secara khusus membongkar rahasia di balik legalitas status kiper andalan pelatih John Herdman tersebut.
Pihak Ajax sejak awal telah mendaftarkan Paes menggunakan paspor asingnya, bukan lagi sebagai warga negara Belanda.
Langkah cerdas ini diikuti dengan pengurusan izin kerja khusus bagi pekerja dari luar negara anggota Uni Eropa.
Baca Juga: Maarten Paes Bikin Media Belanda Heran dengan Lonjakan Kariernya di Ajax dan Timnas Indonesia
Tentu saja, konsekuensi dari pendaftaran legal ini menuntut klub untuk memenuhi standar gaji minimum yang sangat fantastis.
Regulasi ketat di Belanda menetapkan bahwa pemain asing non-Uni Eropa wajib menerima bayaran setidaknya 608 ribu euro atau sekitar Rp11,7 miliar per tahun.
Berstatus sebagai klub kaya raya yang mapan secara finansial, syarat berat tersebut jelas bukan menjadi batu sandungan berarti bagi manajemen Ajax.
Situasi mulus ini sangat kontras dengan nasib nestapa yang menimpa rekan-rekan senegaranya di klub papan tengah dan kasta kedua.
Tim seperti Go Ahead Eagles, Fortuna Sittard, Willem II, hingga FC Emmen diduga kuat lalai dalam mengurus perubahan status izin kerja pemainnya usai resmi mengambil sumpah WNI.
Berdasarkan hukum setempat, seorang warga negara Belanda otomatis kehilangan kewarganegaraannya jika secara sukarela membela tim nasional negara di luar Uni Eropa.
Berita Terkait
-
Dean James hingga Justin Hubner Terancam Tak Lagi Bisa Bela Timnas Indonesia Buntut Skandal Paspor
-
Di Tengah Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Hanya Maarten Paes yang Selamat
-
4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Belanda Akibat Polemik Paspor
-
Skandal Paspor! 4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Eredivisie
-
Skandal Paspor Belanda Dean James Meluas, Klub-klub Eredivisie Kena Imbas
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Persija Jakarta Pecahkan Rekor Membanggakan Meski Gagal Juara
-
Second Chance, Program Soccer Camp Pertama di Indonesia Jadi Trending Topic
-
John Herdman Akui Lebih Senang Pantau Talenta Muda, Abaikan Pemain Senior di Atas 28 Tahun
-
Nasib Gelar Juara Persib Bandung di BRI Super League, Begini Kata Marc Klok
-
Kevin Diks Bawa Borussia Monchengladbach ke Papan Bawah Klasemen Akhir Liga Jerman 2026
-
Menang Dramatis, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Justru Rasakan Perasaan Campur Aduk
-
Penyelamatan Krusial Emil Audero Jaga Asa Cremonese Lolos Degradasi Liga Italia
-
Gelar Manchester City Bukan Jaminan Juara, Pep Guardiola Tuntut Fokus Penuh Lawan Bournemouth
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
-
Antoine Semenyo Yakin Ghana Bisa Kejutkan Tim-tim Besar di Piala Dunia 2026