Bola / Bola Dunia
Jum'at, 03 April 2026 | 18:57 WIB
Dean James, pemain keturunan Timnas Indonesia. (Instagram/@dean11james)
Baca 10 detik
  • Malaysia menghadapi sanksi FIFA akibat dugaan pemalsuan dokumen garis keturunan tujuh pemain naturalisasi tim nasional mereka.
  • Pemain Timnas Indonesia mengalami kendala administratif di Liga Belanda terkait perubahan status menjadi warga negara non-Uni Eropa.
  • Perbedaan krusial terletak pada substansi pelanggaran antara manipulasi dokumen keturunan di Malaysia dengan masalah regulasi administratif Indonesia.

Suara.com - Isu pemain naturalisasi kembali memanas di Asia Tenggara, menyeret nama Malaysia dan beberapa pilar Timnas Indonesia dalam dua kasus yang berbeda.

Meskipun sekilas tampak serupa, akar permasalahan yang dihadapi keduanya sangat berbeda secara fundamental.

Kasus yang menimpa Harimau Malaya berpusat pada pelanggaran serius di level regulasi FIFA, yakni dugaan pemalsuan dokumen keturunan.

Tujuh pemain naturalisasi mereka diduga menggunakan klaim garis keturunan yang tidak valid sebagai dasar untuk membela Harimau Malaya.

Ini merupakan pelanggaran berat terhadap aturan eligibilitas pemain, yang berujung pada sanksi berat dari FIFA, termasuk pembatalan hasil pertandingan.

Sementara itu, kasus yang menjerat para pemain Timnas Indonesia seperti Dean James, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner, yang dikenal sebagai paspoortgate memiliki dimensi yang sama sekali berbeda.

Masalah mereka bukan soal keabsahan garis keturunan, melainkan masalah administratif di level kompetisi Liga Belanda (KNVB).

Polemik ini muncul karena setelah para pemain tersebut resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), status mereka di Belanda berubah menjadi pemain non-Uni Eropa.

Perubahan status inilah yang kemudian memicu pertanyaan dari klub-klub lawan mengenai pemenuhan syarat administratif, seperti izin kerja dan standar gaji minimum yang berlaku untuk pemain dari luar Uni Eropa.

Baca Juga: Upgrade Instan ala Naturalisasi: Jalan Pintas yang Kadang Nggak Sesingkat Itu

Tidak ada satu pun tuduhan mengenai pemalsuan dokumen dalam kasus ini. Singkatnya, perbedaan paling krusial terletak pada substansi pelanggarannya.

Malaysia dituduh memanipulasi dokumen keturunan untuk memenuhi syarat naturalisasi.

Sedangkan pemain Timnas Indonesia yakni status administratifnya dipertanyakan di Liga Belanda setelah sah menjadi WNI.

Load More