Bola / Bola Indonesia
Selasa, 07 April 2026 | 10:22 WIB
Kini, publik sepak bola Tanah Air tinggal menantikan dengan penuh antusias bagaimana racikan magis John Herdman membawa Skuad Garuda terbang tinggi di Piala AFF 2026. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma/wpa]
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia kemungkinan besar tidak akan diperkuat oleh para pemain diaspora Eropa pada ajang Piala AFF 2026 karena berbenturan dengan pramusim klub.
  • Pelatih John Herdman diprediksi akan memaksimalkan kekuatan pemain lokal dari Liga 1, dengan Cahya Supriyadi berpeluang menjadi kiper utama Skuad Garuda.
  • Lini serang diproyeksikan akan mengandalkan kecepatan dan kreativitas pemain muda potensial seperti Beckham Putra Nugraha dan Dony Tri Pamungkas.

Suara.com - Ajang bergengsi sepak bola Asia Tenggara, Piala AFF 2026, akan segera digelar pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Begini prediksi skuad Timnas Indonesia tanpa pemain abroad di Eropa.

Piala AFF, yang tak berlangsung dalam kalender resmi FIFA, membuat permasalahan klasik selalu muncul untuk tim-tim peserta, termasuk Timnas Indonesia.

Persiapan skuad Garuda dihadapkan pada sebuah tantangan besar terkait ketersediaan para pemain andalannya.

Karena tak berlangsung di kalender FIFA Matchday, klub berhak menolak jika pemainnya di panggil ke Timnas. Alhasil, memilih pemain liga domestik bakal jadi opsi paling masuk akal yang bisa dilakukan pelatih John Herdman.

Jika Skuad Garuda dipastikan tidak diperkuat oleh barisan pemain diaspora, khususnya yang merumput di Eropa, komposisi tim racikan pelatih John Herdman dipastikan akan berubah drastis.

Jadwal turnamen yang berada di luar kalender resmi FIFA ini kemungkinan besar akan berbenturan langsung dengan agenda pramusim klub-klub benua biru.

Nama-nama bintang yang berlaga di kompetisi domestik Liga 1 dan liga-liga di kawasan Asia Tenggara pun berpeluang besar mengisi slot utama Skuad Garuda.

Di sektor pertahanan terakhir, absennya kiper-kiper diaspora seperti Maarten Paes membuka jalan lebar bagi talenta lokal untuk unjuk kemampuan.

Sosok penjaga gawang muda potensial, Cahya Supriyadi, diprediksi kuat bisa menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Jadi Opsi Utama Pengganti Kapten PSV Eindhoven

Penampilan konsistennya bersama klub serta pengalamannya mengawal gawang Timnas U-23 menunjukkan kualitas mental yang sudah sangat teruji dan menjanjikan.

Beralih ke lini belakang, absennya tembok kokoh seperti Jay Idzes dan Kevin Diks akan digantikan oleh kombinasi bek tangguh dari liga domestik.

Pemain-pemain belakang Super League yang sudah sangat terbiasa dengan iklim dan atmosfer kompetisi sepak bola Asia Tenggara diyakini mampu menjaga keperawanan gawang Indonesia.

Kedalaman skuad di sektor ini menjadi faktor yang teramat penting mengingat jadwal turnamen yang biasanya sangat padat dan menguras fisik.

Fleksibilitas taktik dari para bek sayap juga akan sangat dibutuhkan untuk membongkar rapatnya pertahanan lawan-lawan di kawasan regional.

Di jantung permainan, lini tengah kemungkinan besar akan tetap menjadi mesin utama penggerak kekuatan Timnas Indonesia.

Load More