Bola / Bola Indonesia
Rabu, 08 April 2026 | 10:32 WIB
Duel Radja Nainggolan dan Joey Pelupessy di Divisi Dua Belgia. (Instagram/lommelskofficial)
Baca 10 detik
  • Radja Nainggolan menyesal hanya mencatatkan 30 caps untuk Timnas Belgia dan mengaku akan memilih Timnas Indonesia jika tahu akhir kariernya seperti ini.
  • Penyesalan ini dipicu oleh keputusannya yang tidak dibawa ke Piala Dunia 2018 karena dianggap berpotensi membuat keributan di bangku cadangan.
  • Nainggolan merasa rasa hormat dan penghargaan yang ia dapatkan selama bermain di Indonesia jauh lebih luar biasa daripada di Belgia.

Suara.com - Sebuah penyesalan mendalam diungkapkan oleh pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, terkait pilihannya membela Timnas Belgia di masa lalu.

Kariernya bersama Timnas Belgia yang hanya berlangsung singkat dengan torehan 30 caps, membuat gelandang berdarah Batak ini berpikir ulang soal keputusan besarnya.

Mantan bintang AS Roma dan Inter Milan ini bahkan secara blak-blakan mengaku akan lebih memilih Timnas Indonesia jika tahu karir internasionalnya akan berakhir seperti ini.

Nainggolan merasa sangat kesulitan menerima kenyataan bahwa karirnya bersama tim berjuluk Setan Merah itu harus berakhir prematur akibat sebuah konflik.

“Saya mengalami kesulitan dengan itu,” kata Nainggolan.

"Saya mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain untuk Setan Merah. Saya memang baru saja membuat pernyataan. Jika saya tahu akan berakhir seperti ini, saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia."

Ia juga merasakan pengalamannya saat bermain di Liga Indonesia selama enam bulan yang memberikan kesan sangat mendalam.

Penghargaan dan rasa hormat yang ia terima dari publik sepak bola Tanah Air dinilainya jauh lebih luar biasa dibandingkan dengan yang ia rasakan di Belgia.

"Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana berasal dari dunia yang sama sekali berbeda dibandingkan dunia sepak bola Belgia," ujar Nainggolan kepada De Tafel van Gert.

Baca Juga: 12 Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Bakal Dicoret John Herdman untuk Piala AFF 2026

Puncak mengecewakannya terjadi pada tahun 2018 ketika ia secara mengejutkan tidak diizinkan masuk ke dalam skuad Piala Dunia.

Alasan resmi yang diberikan saat itu adalah karena ia dianggap berpotensi menimbulkan masalah dan suasana yang tidak kondusif di bangku cadangan.

"Pada tahun 2018, saya tidak diizinkan pergi ke Piala Dunia karena saya akan menimbulkan keributan di bangku cadangan. Itu benar-benar omong kosong. Jadi saya berkata, oke, itu saja."

Di Belgia, Nainggolan memang dikenal sebagai sosok enfant mengerikan atau "anak nakal" karena perilakunya yang sangat ekspresif di luar lapangan.

Di usianya yang kini menginjak 37 tahun, sang gelandang masih aktif bermain di kompetisi kasta kedua Liga Belgia bersama Patro Eisden.

Load More