Bola / Bola Dunia
Senin, 13 April 2026 | 06:36 WIB
Pelatih Union Berlin, Marie-Louise Eta. (Dok. Bundesliga)
Baca 10 detik
  • Union Berlin menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih kepala interim menggantikan Steffen Baumgart hingga akhir musim kompetisi Bundesliga.
  • Penunjukan ini dilakukan manajemen setelah Union Berlin mengalami penurunan performa signifikan dan terancam masuk zona degradasi liga.
  • Langkah tersebut mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Eropa dengan menempatkan perempuan sebagai pelatih di level tertinggi.

Suara.com - Union Berlin resmi menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih kepala interim hingga akhir musim, sekaligus mencatatkan sejarah baru di Bundesliga.

"Union Berlin resmi menunjuk Marie-Louise sebagai pelatih interim hingga akhir musim setelah mengumumkan pemecatan Steffen Baumgart," demikian pernyataan Bundesliga di situs resmi pada Senin.

Keputusan ini diambil setelah Union Berlin menelan kekalahan 1-3 dari tim juru kunci Heidenheim, yang menjadi puncak kekecewaan manajemen terhadap performa tim.

Pada usia 34 tahun, Eta sebelumnya telah mencatatkan sejarah sebagai asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga. Kini, ia mendapat kepercayaan untuk memimpin tim utama di tengah situasi sulit dengan target memperbaiki performa.

Penurunan performa Union Berlin memang terlihat jelas sejak jeda musim dingin. Secara keseluruhan, tim hanya meraih dua kemenangan sejak periode Natal, sehingga posisi mereka di klasemen menjadi tidak aman. Saat ini, Union Berlin hanya berjarak tujuh poin dari zona play-off degradasi.

Direktur Olahraga Union Berlin, Horst Held, mengakui kondisi tim sedang tidak baik dan membutuhkan perubahan segera.

“Kami menjalani paruh kedua musim yang benar-benar mengecewakan. Situasi kami masih berbahaya dan kami sangat membutuhkan poin untuk bertahan di liga,” ujar Held.

Penunjukan Eta diharapkan mampu memberikan dampak cepat, terutama dalam meningkatkan mental dan performa tim.

Ia memiliki latar belakang sebagai mantan pesepak bola putri berprestasi. Saat memperkuat Turbine Potsdam, Eta sukses meraih gelar Liga Champions 2010 serta tiga trofi Bundesliga putri.

Baca Juga: Rusuh di Bundesliga! Ultras Serbu Lapangan Baku Hantam, Polisi Susah Payah Pukul Mundur

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan utama manajemen memberikan kepercayaan kepadanya. Menariknya, sebelum ditunjuk sebagai pelatih interim tim putra, Eta sebenarnya telah diproyeksikan untuk menangani tim putri Union Berlin mulai musim depan.

Namun, situasi darurat membuatnya kini harus mengambil peran penting di tim utama. Langkah ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam perkembangan pelatih perempuan di level tertinggi sepak bola putra Eropa.

(Antara)

Load More