- Regulasi pekerja non-Uni Eropa di Belanda mewajibkan klub membayar gaji minimal 600.000 euro per tahun bagi pesepak bola asing.
- Etienne Vaessen dan Dylan Vente kesulitan memenuhi syarat finansial dan regulasi tersebut untuk bertahan di kompetisi Eredivisie.
- Keputusan kembali menjadi warga negara Belanda diambil guna mengamankan masa depan dan stabilitas karier sepak bola mereka di Eropa.
Suara.com - Aturan ketat imigrasi dan syarat gaji selangit di Liga Belanda memaksa pesepak bola naturalisasi timnas Suriname untuk membatalkan status kewarganegaraan mereka demi menyelamatkan karier profesional.
Kasus yang dikenal luas sebagai skandal passportgate ini langsung memakan korban, di mana Etienne Vaessen dan Dylan Vente dilaporkan segera memproses kembalinya paspor Belanda mereka.
Keputusan drastis tersebut terpaksa diambil karena regulasi pekerja non-Uni Eropa mewajibkan upah minimal 600 ribu euro per tahun, sebuah beban finansial yang mustahil dipenuhi oleh klub-klub semenjana Eredivisie.
Ancaman Regulasi Pekerja Non-Uni Eropa
Laporan terbaru dari Migrantimes menyebutkan bahwa setiap pesepak bola berpaspor di luar negara Uni Eropa harus memiliki izin kerja khusus di Belanda.
Syarat administratif tersebut memicu masalah besar karena klub diwajibkan membayar gaji tahunan minimal sebesar 600.000 euro untuk pemain bersangkutan.
Angka fantastis tersebut menciptakan jurang pemisah yang lebar bagi tim-tim papan tengah maupun bawah di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Belanda.
Praktis hanya klub raksasa dengan finansial super sehat seperti Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, dan Feyenoord Rotterdam yang mampu mengakomodasi regulasi ketat tersebut.
Kondisi finansial dan aturan imigrasi yang memberatkan inilah yang membuat banyak pemain naturalisasi asal Suriname merasa masa depan mereka di Eropa kian terancam.
Baca Juga: Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar
Ironi Karier Etienne Vaessen dan Dylan Vente
Etienne Vaessen kini berada di persimpangan jalan meski baru merampungkan proses naturalisasi untuk membela tim nasional Suriname pada tahun 2024.
Selama kurun waktu hampir dua tahun terakhir, penjaga gawang ini sebenarnya sudah mencatatkan 15 penampilan resmi bersama negara asalnya tersebut.
Ia bahkan sempat menjadi andalan utama di bawah mistar gawang saat Suriname harus mengakui keunggulan Bolivia dalam laga playoff antarkonfederasi.
Nasib serupa juga menghantam Dylan Vente yang berposisi sebagai ujung tombak di kompetisi Eredivisie musim ini.
Penyerang sentral ini baru mendapatkan kesempatan turun ke lapangan dalam empat pertandingan tanpa torehan sebiji gol maupun assist untuk klubnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ramadhan Sananta Terancam Tergusur di DPMM FC, Posisinya Digantikan?
-
Tekel Horor Berujung Minta Maaf, Justin Hubner dapat Balasan dari Lewis Holtby
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Ramadhan Sananta Terancam Tergusur di DPMM FC, Posisinya Digantikan?
-
Tekel Horor Berujung Minta Maaf, Justin Hubner dapat Balasan dari Lewis Holtby
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
PSSI Lirik Format Baru untuk Piala Presiden 2026, Bidik Libatkan Tim Asing Lagi
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia