- Tokoh sepak bola Jawa Tengah mendesak Komite Etik PSSI menelaah potensi konflik kepentingan terkait rangkap jabatan pengurus Asprov.
- Adanya rangkap jabatan oleh pengurus pusat di Asprov Jawa Tengah dinilai mencederai netralitas dan integritas tata kelola organisasi.
- Penundaan kongres di berbagai Asprov menyebabkan ketidakpastian kepemimpinan, stagnasi organisasi, serta kekosongan pengurus di tingkat kabupaten dan kota.
Suara.com - Sejumlah tokoh dan pemerhati sepak bola di Jawa Tengah meminta Komite Etik PSSI dan Ketua Umum PSSI untuk menelaah kondisi tata kelola organisasi dalam dinamika pemilihan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.
Permohonan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap integritas, netralitas, dan tata kelola organisasi sepak bola yang sehat dan profesional.
Para tokoh menyoroti adanya kondisi rangkap jabatan lintas provinsi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses organisasi di Jawa Tengah.
Berdasarkan dokumen organisasi, Khairul Anwar tercantum sebagai Wakil Ketua PSSI Jawa Tengah dalam susunan pengurus tahun 2026. Di sisi lain, yang bersangkutan juga diketahui menjalankan fungsi sebagai Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Timur, serta memiliki keterlibatan dalam pencalonan Ketua PSSI Jawa Tengah.
Sementara itu, Ahmad Riyadh ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Tengah dengan kewenangan menjalankan roda organisasi serta mempersiapkan kongres pemilihan.
Kedua nama tersebut juga merupakan bagian dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI Pusat, sehingga persoalan ini dinilai tidak hanya bersifat lokal, tetapi menyangkut tata kelola organisasi PSSI secara lebih luas.
“Kami tidak mempersoalkan individu, tetapi menjaga marwah organisasi. Sepak bola tidak bisa dikelola dengan konflik kepentingan dan ketidakjelasan tata kelola,” ujar salah satu tokoh sepak bola Jawa Tengah, Sutrisno, Senin (13/4/2026).
Menurut mereka, rangkap jabatan yang disertai keterlibatan dalam kontestasi di wilayah yang sama berpotensi menimbulkan ketidaknetralan organisasi dan ketidaksetaraan posisi antar kandidat.
Para pemerhati juga menilai persoalan ini berkaitan dengan kondisi nasional, dimana hingga kini terjadi penundaan kongres di sejumlah Asprov.
Penundaan tersebut dinilai berdampak pada ketidakpastian kepemimpinan, stagnasi organisasi, serta kekosongan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.
“Penundaan kongres tidak boleh dianggap biasa. Dampaknya nyata sampai ke daerah, dimana banyak struktur organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya,” lanjutnya.
Baca Juga: Pluim Duga PSSI Tutup Mata Soal Risiko Paspor Pemain Naturalisasi: Ada Ambisi ke Piala Dunia
Karena itu, mereka berharap Komite Etik PSSI dapat melakukan penelaahan secara objektif dan serius.
“Kami hanya meminta proses organisasi dijalankan secara sehat, netral, dan berintegritas. Ini bukan soal menyerang siapa pun, tetapi soal masa depan sepak bola kita,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss