- Kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta membuat Persebaya Surabaya tertinggal 19 poin dari pemuncak klasemen dan mustahil mengejar gelar juara.
- Pelatih Bernardo Tavares bersikap realistis dengan tidak menjanjikan trofi, melainkan menuntut dedikasi dan kerja keras dari seluruh pemain.
- Tim pelatih akan melakukan evaluasi ketat dalam tujuh laga tersisa demi menjaga kehormatan klub sekaligus menyaring pemain untuk musim depan.
"Untuk pertanyaan tentang musim depan, kami memang mencoba mempersiapkannya," ia menjelaskan.
Kendati demikian, fokus utama para pemain sama sekali tidak boleh teralihkan dari tanggung jawab menuntaskan sisa kompetisi musim ini dengan hasil terhormat.
"Tapi kami tidak boleh melupakan bahwa masih ada pertandingan tersisa musim ini."
Pertandingan selanjutnya dipastikan akan menjadi panggung audisi bagi para pemain untuk membuktikan kelayakan mereka bertahan di klub.
"Jadi kita lihat saja di latihan dan pertandingan berikutnya, karena hari ini ada beberapa pemain yang tidak menunjukkan performa seperti yang saya harapkan," pungkas pelatih asal Portugal tersebut.
Latar Belakang Inkonsistensi Bajul Ijo
Sebagai latar belakang, manajemen mendatangkan Bernardo Tavares pada pertengahan musim dengan harapan besar mampu mengangkat performa tim yang kala itu sedang terpuruk.
Pada fase awal kepemimpinannya, Persebaya Surabaya sempat memperlihatkan lonjakan grafik permainan yang positif serta kembali memanaskan persaingan di papan atas.
Sayangnya, masalah inkonsistensi yang menjadi penyakit lama kembali menghantui permainan mereka hingga akhirnya harus rela terlempar jauh dari persaingan tangga juara.
Baca Juga: Misi Jaga Tren Sempurna, Persib Siapkan Taktik Lumat Bali United
Berita Terkait
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Satu Darah di GBK, Ketika Jakmania Menyulap Dukungan Jadi Kehidupan
-
Percaya Diri Tinggi, Bali United Siap Lukai Persib di GBLA
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions