Bola / Bola Indonesia
Selasa, 14 April 2026 | 12:51 WIB
Timnas Indonesia U-17 Menang Besar, Seperti Apa Strategi yang Diterapkan Kurniawan? [Dok. IG Timnas Indonesia]
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-17 sukses melibas Timor Leste 4-0 pada laga perdana Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro berkat gol Putu Ekayana, Ridho, dan Dava.
  • Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menerapkan strategi sangat agresif dengan menempatkan tujuh pemain di area penalti lawan langsung setelah peluit kick-off dibunyikan.
  • Kemenangan Garuda Muda juga didukung oleh fleksibilitas posisi pemain dan efektivitas skema bola mati yang terbukti menghasilkan dua gol dari situasi sepak pojok.

Suara.com - Keberhasilan Timnas Indonesia U-17 melibas Timor Leste dengan skor telak 4-0 tidak lepas dari taktik agresif dan efektivitas bola mati racikan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.

Kemenangan meyakinkan pada laga perdana Grup A Piala AFF U-17 2026 ini langsung menjadikan skuad Garuda Muda sebagai kandidat kuat peraih gelar juara.

Pendekatan taktik yang berani mengambil risiko sejak menit awal menjadi kunci utama yang membedakan permainan tim asuhan legenda sepak bola Tanah Air tersebut dibandingkan lawan-lawannya.

Kurniawan Dwi Yulianto [Instagram/comofootballindonesia]

Pertandingan krusial ini diselenggarakan di hadapan publik sendiri yang memadati tribune Stadion Gelora Joko Samudro pada Senin (13/4) malam WIB.

Berdasarkan laporan pertandingan yang disiarkan langsung oleh Indosiar, Skuad Merah Putih tampil sangat mendominasi dan langsung mengunci kemenangan mutlak berkat gelontoran empat gol tanpa balas di sepanjang babak pertama.

Taktik Kejutan Sejak Kick-off

Alih-alih bermain aman untuk meraba kekuatan lawan pada awal laga, Kurniawan Dwi Yulianto justru menginstruksikan anak asuhnya untuk langsung menekan jantung pertahanan musuh.

Tepat setelah peluit kick-off dibunyikan, sebanyak tujuh pemain Garuda Muda secara serentak langsung berlari merangsek ke area kotak penalti lawan.

Skema serangan kilat ini sengaja dirancang secara matang untuk mengantisipasi umpan bola panjang sekaligus menciptakan kepanikan di barisan pertahanan Timor Leste.

Baca Juga: Kata-kata Kurniawan Dwi Yulianto Usai Timnas Indonesia U-17 Hajar Timor Leste 4-0

Selain pressing ketat yang spartan, sang juru taktik juga menerapkan sistem fleksibilitas posisi yang membuat pergerakan para pemain sangat sulit ditebak oleh pihak musuh.

Pemain seperti Peres Tjoe terlihat sangat fasih saat harus beberapa kali bertukar posisi dari sektor bek kanan menuju bek kiri sesuai dengan kebutuhan dinamika di atas lapangan.

Skema Mematikan dari Bola Mati

Kapten tim Putu Ekayana sukses mencuri panggung utama berkat keberaniannya membantu skema penyerangan meski berposisi asli sebagai seorang bek tengah.

Insting tajam sang kapten berhasil membuahkan dua gol krusial yang secara efektif meruntuhkan mental bertanding para pemain muda dari negara tetangga tersebut.

Pesta gol ke gawang Timor Leste kemudian disempurnakan oleh kontribusi lesakan masing-masing satu gol dari kaki pemain berbakat lainnya, yakni Ridho dan Dava Yunna.

Load More