Bola / Bola Dunia
Jum'at, 17 April 2026 | 10:30 WIB
Barcelona resmi kirim protes kedua ke UEFA usai tersingkir dari Liga Champions. Joan Laporta kecam wasit yang dianggap merugikan klub secara olahraga dan finansial. (Instagram/@fcbarcelona)
Baca 10 detik
  • Barcelona melayangkan protes resmi kedua ke UEFA atas dugaan kesalahan wasit yang merugikan klub selama dua leg perempat final melawan Atlético Madrid.
  • Keluhan utama mencakup keputusan kartu merah bagi pemain Barca, penalti yang diabaikan, hingga gol yang dianulir yang berdampak pada kerugian finansial dan olahraga.
  • Presiden Joan Laporta secara terbuka menyebut perwasitan di Liga Champions "memalukan" dan mendesak adanya transparansi serta perbaikan sistem VAR ke depan.

Suara.com - Barcelona secara resmi melayangkan protes kedua kepada UEFA sebagai bentuk ketidakpuasan atas standar kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan klub dalam babak perempat final Liga Champions kontra Atlético Madrid.

Manajemen Blaugrana menolak menerima kekalahan mereka begitu saja, menegaskan bahwa serangkaian kesalahan fatal oleh perangkat pertandingan selama dua leg telah memberikan dampak kerugian besar secara olahraga maupun finansial bagi klub.

Keputusan untuk kembali melayangkan protes ini diambil setelah upaya sebelumnya dinyatakan tidak dapat diterima oleh federasi sepak bola Eropa tersebut, memicu ketegangan baru di level elite kompetisi.

Tuduhan Pelanggaran Aturan Permainan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (16/4/2026), Barcelona secara lugas menyebutkan adanya kegagalan penerapan aturan permainan oleh wasit serta minimnya intervensi teknologi VAR pada momen-momen krusial.

"Klub menganggap bahwa, di kedua leg pertandingan, beberapa keputusan wasit dibuat tidak sesuai dengan Aturan Permainan," tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.

Pihak manajemen menilai akumulasi kesalahan ini berdampak langsung pada alur pertandingan dan hasil akhir laga, yang menyebabkan Barcelona gagal melaju ke babak semifinal.

Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen Liga Spanyol, Hansi Flick Minta Deco Beli Pemain Baru [Instagram Barcelona]

Meski protes pertama mereka terkait insiden Marc Pubill pada leg pertama ditolak oleh UEFA karena dianggap "tidak dapat diterima", kali ini Barcelona tampak lebih serius dan siap menempuh jalur diplomasi yang lebih ketat.

"Melalui keluhan ini, klub mengulangi permintaan yang sebelumnya diajukan kepada UEFA dan, pada saat yang sama, menawarkan kolaborasi dengan organisasi tersebut untuk meningkatkan sistem perwasitan," imbuh pernyataan tersebut.

Baca Juga: Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas

Daftar Keluhan Panjang Joan Laporta

Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka mengungkapkan kemurkaannya setelah laga leg kedua di Stadion Metropolitano yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Barca, namun kalah dalam agregat 2-3.

Laporta menyusun daftar panjang keluhan, mulai dari kartu merah yang diterima Pau Cubarsí di leg pertama hingga kartu merah Eric García di leg kedua yang menurutnya hanya layak berbuah kartu kuning.

Selain itu, ia menyoroti penalti yang tidak diberikan kepada Dani Olmo, gol Ferran Torres yang dianulir karena offside, hingga insiden kiper Juan Musso yang membuat bibir Fermín López terluka akibat sepatu botnya.

"Perwasitan itu memalukan," ujar Laporta dengan nada tinggi saat berbicara kepada awak media di Barcelona awal pekan ini.

"Kami mengajukan keluhan setelah leg pertama dan UEFA mengatakan itu 'tidak dapat diterima'. Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut," tambahnya.

Load More