Bola / Bola Indonesia
Selasa, 21 April 2026 | 16:49 WIB
Persija Jakarta merasa diuntungkan hadapi PSIM Yogyakarta di Bali berkat kualitas lapangan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Simak analisis Mauricio Souza terkait laga pekan ke-29 ini. [Instagram Persija]
Baca 10 detik
  • Pemindahan laga Persija vs PSIM ke Bali memberikan keuntungan teknis bagi Macan Kemayoran karena kualitas rumput Stadion Dipta sangat mendukung permainan bola pendek.
  • Pelatih Mauricio Souza mengakui adanya kendala logistik karena tim harus melakukan perjalanan jauh mendadak dari Yogyakarta menuju Bali dalam waktu singkat.
  • Persija Jakarta tetap mengusung motivasi tinggi demi melanjutkan tren kemenangan di Super League 2025/2026 meskipun waktu persiapan tergolong minim.

Suara.com - Persija Jakarta secara tak terduga harus mengalihkan fokus ke Pulau Dewata guna melakoni partai tandang pekan ke-29 Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta.

Pelatih kepala Macan Kemayoran, Mauricio Souza, justru melihat sisi positif dari pemindahan lokasi pertandingan mendadak ini ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Kualitas rumput stadion markas Bali United tersebut dinilai sangat ideal bagi skema permainan teknis Rizky Ridho dan kolega demi mengamankan poin penuh.

Kualitas Lapangan Bali United Mendukung Taktik Souza

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Dok. Persija)

Keputusan pemindahan venue dari Stadion Sultan Agung Bantul ke Bali diambil setelah adanya pertimbangan keamanan yang tidak memungkinkan laga digelar di wilayah tersebut.

Meskipun berstatus laga usiran bagi PSIM Yogyakarta, Souza merasa kondisi lapangan di Bali akan membuat aliran bola timnya jauh lebih lancar dibandingkan di lokasi semula.

"Jadi, seperti saya bicara, kalau kita main di Bali itu ada keuntungan karena lapangan bagus dan sangat mendukung untuk pertandingan, dan permainan," kata Souza dalam konferensi pers sehari jelang laga.

Ia menyadari bahwa lawan mereka, PSIM Yogyakarta, juga memiliki gaya bermain yang mengandalkan teknik individu dan organisasi permainan yang baik.

"Tapi lawan kita (PSIM) itu juga punya tim yang lumayan teknis, dia juga main bagus. Ada banyak organisasi di dalam menguasai bola juga. Jadi saya yakin dua tim ini senang bisa main di Bali karena lapangan yang benar-benar bagus," jelasnya.

Baca Juga: Klasemen BRI Super League: Borneo FC Pangkas Jarak dengan Persib Bandung

Kendala Logistik dan Perjalanan Jauh

Di balik keuntungan teknis tersebut, Souza tidak memungkiri adanya hambatan besar terkait manajemen waktu dan kebugaran pemain akibat perjalanan mendadak.

Skuad Persija Jakarta sebenarnya sudah menetap di Yogyakarta lebih awal setelah sukses mengalahkan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pekan lalu.

Perubahan rute perjalanan yang jauh menuju Bali dalam waktu singkat memaksa staf pelatih untuk melakukan penyesuaian porsi latihan secara cepat.

"Persiapan pertandingan ini, karena dari pertandingan sebelumnya waktunya yang menjelang pertandingan di Bali ini kita tidak banyak," terangnya.

Souza mengakui timnya tidak mengantisipasi perjalanan udara ke Bali karena rencana awal adalah tetap berada di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Load More