Bola / Bola Dunia
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:51 WIB
Wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dilarang masuk Amerika dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi. [CBS News]
Baca 10 detik
  • Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami.
  • Otoritas imigrasi menahan Artan karena namanya mirip dengan pimpinan kelompok milisi bersenjata Al Shabab yang dilarang.
  • Akibat penolakan tersebut, Artan gagal bertugas di Piala Dunia 2026 dan jumlah wasit Afrika berkurang menjadi enam.

Suara.com - Kabar kurang sedap membayangi persiapan akhir menjelang sepak mula turnamen akbar Piala Dunia 2026.

Salah satu pengadil lapangan yang ditunjuk untuk memimpin jalannya laga dilaporkan ditolak masuk ke wilayah hukum Amerika Serikat.

Sosok tersebut adalah Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang terpaksa gigit jari gagal bertugas di panggung dunia meskipun sebenarnya telah mengantongi visa perjalanan yang sah.

Setelah menempuh penerbangan dari Istanbul, langkahnya langsung dihentikan oleh otoritas imigrasi setibanya di Bandara Internasional Miami.

Melansir dari laporan Give Me Sport, seorang pejabat tinggi AS yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa alasan penolakan ini didasari oleh dugaan keterkaitan sang wasit dengan kelompok teroris.

Otoritas keamanan menahan dan menginterogasi Artan selama 11 jam penuh di bandara.

Ironisnya, kendala besar ini murni dipicu karena ia memiliki nama yang identik dengan salah satu pimpinan kelompok militer bersenjata.

Piala Dunia 2026 (ChatGPT)

"Saya hanyalah seorang wasit yang coba mewujudkan impian saya, impian terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia," ucap Omar Artan.

"Semua dokumen saya lengkap, namun saya diinterogasi selama berjam-jam, dijebloskan ke penjara, dan kemudian diusir. Saya pikir mereka punya masalah dengan negara saya," lanjutnya.

Baca Juga: Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Wasit berusia 34 tahun tersebut menceritakan bahwa pihak imigrasi menolaknya murni karena kemiripan namanya dengan salah seorang petinggi milisi bersenjata Al Shabab, organisasi militer yang menguasai sebagian wilayah di Somalia.

Petugas terus melayangkan cecaran pertanyaan mengenai keterlibatannya dengan kelompok tersebut.

"Mereka bertanya kepada saya beberapa kali apakah saya pernah bertemu perwakilan Al Shabab," jelas pria bernama lengkap Omar Abdulkadir Artan tersebut.

Dengan tegas, ia telah memberikan bantahan bahwa tujuannya ke Amerika Serikat murni untuk menjalankan tugas profesional sepak bola.

"Saya menjelaskan kepada mereka jika saya tidak tahu apa pun tentang kelompok militer ini, saya hanya berada di Amerika Serikat untuk melakukan pekerjaan saya sebagai wasit," sambungnya.

Padahal rekam jejak kepemimpinan laga milik Artan tergolong sangat mentereng di benua Afrika.

Load More