- Federasi Sepak Bola Palestina mengajukan banding ke CAS setelah FIFA menolak memberikan sanksi kepada klub-klub Israel di Tepi Barat.
- Delegasi Palestina menghadapi hambatan visa saat menghadiri Kongres FIFA di Kanada akibat masalah administrasi yang memicu tekanan internasional.
- Kondisi sepak bola di Palestina memprihatinkan karena hancurnya infrastruktur serta terhentinya kompetisi profesional akibat konflik yang terus berlangsung.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS setelah FIFA menolak menjatuhkan sanksi kepada Israel terkait klub-klub yang berbasis di permukiman Israel di Tepi Barat.
Langkah ini diambil setelah Palestina menilai seluruh jalur hukum di internal FIFA telah buntu.
Wakil Presiden PFA Susan Shalabi menyebut keputusan FIFA sangat tidak adil. Menurutnya, setelah 15 tahun pembahasan, FIFA justru gagal mengambil keputusan substantif.
“Kami akan menempuh seluruh proses sampai keadilan tercapai,” ujar Shalabi usai Kongres AFC di Vancouver, Kanada seperti dilansir dari Aljazeera.
PFA selama ini menuntut agar klub-klub yang berbasis di permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat tidak diizinkan bermain di kompetisi yang dikelola Federasi Sepak Bola Israel.
Palestina menilai keberadaan klub-klub tersebut melanggar hukum internasional.
Namun FIFA bulan lalu memutuskan tidak mengambil tindakan terhadap Federasi Sepak Bola Israel, dengan alasan status hukum Tepi Barat masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan dalam hukum internasional publik.
Selain sengketa dengan FIFA, Palestina juga mengeluhkan persoalan visa jelang Kongres FIFA di Kanada.
Sejumlah delegasi PFA, termasuk presiden federasi dan penasihat hukum mereka, disebut sempat mengalami hambatan masuk ke negara tuan rumah.
Baca Juga: FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
Shalabi mengatakan visa baru diterbitkan setelah adanya tekanan politik, sosial, dan media.
Bahkan beberapa perwakilan Palestina dipastikan tetap absen karena visa tak kunjung keluar tepat waktu.
Di sisi lain, Shalabi menyoroti kondisi sepak bola Palestina yang disebut semakin memprihatinkan, khususnya di Gaza.
Menurutnya, hampir seluruh infrastruktur sepak bola di wilayah tersebut telah hancur atau tidak bisa digunakan.
“Kami kehilangan ratusan pesepak bola, sebagian besar anak-anak. Saat ini tidak ada sepak bola sama sekali di Gaza,” kata Shalabi.
Shalabi menambahkan kompetisi profesional Palestina saat ini terhenti, sementara federasi berupaya menjaga denyut sepak bola tetap hidup lewat turnamen akar rumput dan kompetisi usia muda.
Berita Terkait
-
FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
-
Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik
-
Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil
-
Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon
-
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026