-
Delapan warga Lebanon tewas akibat serangan Israel termasuk tiga petugas paramedis saat bertugas.
-
Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan strategis Hezbollah sepanjang dua kilometer menggunakan ratusan ton peledak.
-
Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah semakin rapuh dengan meningkatnya korban sipil serta militer.
Suara.com - Konflik bersenjata di wilayah Lebanon Selatan kembali memanas dengan jatuhnya korban jiwa meski kesepakatan penghentian permusuhan telah diumumkan.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan delapan orang kehilangan nyawa akibat rentetan serangan udara yang dilancarkan militer Israel pada hari Selasa.
Dikutip dari Euronews, Peristiwa tragis ini mencatat gugurnya tiga petugas medis penyelamat yang sedang berupaya mengevakuasi korban di bawah reruntuhan bangunan.
Eskalasi terbaru ini mempertegas rapuhnya stabilitas keamanan di perbatasan kedua negara yang terus diwarnai aksi saling tuding pelanggaran komitmen.
Pasukan militer kedua belah pihak masih terlibat dalam baku tembak aktif yang mengancam keselamatan warga sipil di zona merah.
Kementerian Kesehatan Lebanon merinci bahwa gempuran udara di wilayah Majdal Zoun telah merenggut nyawa lima orang warga.
"Serangan udara musuh Israel di kota Majdal Zoun... dalam tol awal telah membunuh lima syuhada," ungkap pernyataan resmi kementerian tersebut.
Di antara para korban terdapat personel pertahanan sipil yang sedang menjalankan misi kemanusiaan saat serangan susulan menghantam lokasi mereka.
"Tiga paramedis dari pertahanan sipil Lebanon terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan yang menargetkan mereka saat mereka melakukan misi penyelamatan," tambah kementerian.
Baca Juga: Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal
Situasi mencekam juga melanda kota Jebchit di mana dua orang tewas dan tiga belas lainnya mengalami luka-luka.
Serangan udara terpisah di wilayah Jwaya juga mengakibatkan satu orang tewas serta lima belas orang lainnya menderita luka serius.
Korban luka di Jwaya mencakup lima anak-anak dan lima wanita yang terjebak di tengah dentuman ledakan bom udara.
Pihak Angkatan Darat Lebanon secara resmi melaporkan bahwa dua orang prajurit mereka turut terluka akibat serangan langsung terhadap patroli rutin.
Pernyataan ini menandai pertama kalinya militer resmi Lebanon mengakui adanya personel mereka yang menjadi sasaran sejak gencatan senjata dimulai.
"Israel terus melanggar hukum dan konvensi internasional yang melindungi warga sipil," tegas Presiden Lebanon, Joseph Aoun saat mengecam aksi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah