-
FIFA menaikkan total dana distribusi tim menjadi 871 juta dolar untuk Piala Dunia 2026.
-
Setiap tim peserta minimal menerima 12,5 juta dolar untuk biaya persiapan dan bonus kualifikasi.
-
Fans memprotes kenaikan harga tiket yang melonjak drastis akibat sistem penetapan harga dinamis.
Suara.com - FIFA secara resmi menyepakati lonjakan distribusi dana peserta Piala Dunia 2026 hingga menyentuh angka 871 juta dolar.
Langkah ini diambil demi menyokong kebutuhan operasional tim di tengah perluasan jumlah peserta menjadi 48 negara.
Dikutip dari CNBC, namun di sisi lain kebijakan ini dibayangi oleh gelombang kritik tajam atas melambungnya harga tiket pertandingan secara signifikan.
Setiap asosiasi negara yang berhasil lolos ke babak kualifikasi dipastikan mengantongi dana minimal sebesar 12,5 juta dolar.
Anggaran tersebut terdiri atas biaya persiapan senilai 2,5 juta dolar serta bonus kelolosan sebesar 10 juta dolar.
Dana ini diproyeksikan untuk membantu pembiayaan perjalanan, fasilitas pelatihan, hingga penggajian staf selama kompetisi berlangsung di Amerika Utara.
Peningkatan anggaran ini dinilai sangat krusial bagi negara-negara yang bukan merupakan kekuatan tradisional dalam sepak bola dunia.
“Kontribusi tambahan kepada asosiasi sepak bola nasional ini memperkuat peran FIFA dalam mendistribusikan kembali kesuksesan komersial turnamen ke dalam ekosistem sepak bola global,” ujar Ricardo Fort.
Edisi 2026 akan menjadi sejarah baru dengan kehadiran empat negara debutan yakni Uzbekistan, Yordania, Curacao, dan Tanjung Verde.
Baca Juga: Kiper Legendaaris Guillermo Ochoa akan Pensiun Usai Piala Dunia 2026
Meski hadiah meningkat drastis, para penggemar justru mengeluhkan sistem penetapan harga tiket yang mengikuti tren permintaan pasar.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa harga tiket melonjak hingga sepuluh kali lipat dibandingkan dengan edisi Piala Dunia sebelumnya.
Harga tiket untuk laga fase grup terpantau berkisar dari 380 dolar hingga menembus angka 4.105 dolar di Los Angeles.
Bahkan pada platform penjualan kembali secara resmi terdapat tiket partai final yang dipasang dengan harga 11,5 juta dolar.
Pihak otoritas sepak bola dunia mengklaim tetap menyediakan kategori tiket murah mulai dari 60 dolar untuk pendukung tertentu.
Juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya fokus menjamin akses yang adil bagi penggemar lama maupun calon penonton baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade